papa,
mama, aku
meta (adikku pertama), tia (adikku terakhir)
Tahun baru, awal yang baru...Welcome 2011.
Awal tahun 2011 ini, kami sekeluarga merencanakan untuk trip ke Batu. Gagasan ini didapat atas pemikiran bahwa, sebagian besar orang kan merayakan malam tahun Baru, jadi keesokan harinya (pas udah tahun baru), mereka pasti pada ngantuk dan capek sehingga mereka tidur dan jalanan pun akan menjadi sepi. Namun, ternyata pemikiran ini salah besar, jalanan padat. Dari keluar tol porong saja udah padat merayap.
Kami beristirahat sambil makan siang di warung penjual lontong kupang di daerah Gempol. Warung tersebut udah menjadi langganan makan saat perjalanan ke Batu. Lokasinya persis di depan Pom Bensin pertamina. Rasa Kupangnya pun paling enak diantara penjual-penjual yang lainnya. Setelah setengah jam kami menghabiskan lontong kupang, sate kerag, dan es degan....kami melanjutkan perjalan dan teror stress pun dimulai.....
Jalanan sangat padat, kami hanya bisa jalan sangat pelan bahkan terkadang mobil hanya bisa berhenti tanpa bisa banyak bergerak. Hal ini berlangsung hingga sampai di Batu. Badan terasa capek, pikiran malah gak karu-karuan stressnya, karena perjalanan kali ini ditempuh dalam waktu 6,5 jam (udah netto dikurangi waktu istirahat untuk makan). Bayangkan, Gresik-Batu saja ditempuh dalam waktu selama itu. Harusnya sih udah sampai ke Kediri itu. Ck..Ck..Ck...Aku kapok pergi di tahun baru lagi.
Kami menginap di rumah Batu. Sor-soremenjelang maghrib, cuaca mendung gerimis tapi aku, meta,tia dan papa pergi ke toko penjual jaket serta baju-baju bekas. Disana aku mendapat jaket parasit yang bisa dilipat langsung menjadi tas, tia mendapat jas hujan, meta mendapat jaket coklat tebel, dan papa mendapat rompi.
aku di depan toko, tia bergaya dengan jas hujannya, papa memakai jaketnya meta
Udara di Batu memang sejuk, tapi kalau turun hujan udaranya tambah dingin, aku sampai membeku rasanya..Berrrrrrr.....