Kamis, 21 Desember 2017

ONLINE ERA

Sekarang ini merupakan era dimana yang namanya online merajarela. Mulai dari komunikasi, belanja barang-barang, transportasi, sampai dengan makanan. Semua serba online. Fenomena ini timbul diakibatkan oleh mudah dan efisienya menggunakan sistem online ini, baik efisien dalam hal biaya maupun waktu. Seperti yang aku juga lakukan akhir-akhir ini. Kalau untuk pembelian barang sih memang sudah lama aku suka online yakni dari beberapa toko sbb:

1)Zalora : untuk pembelian sepatu, baju, tas
2)Lazada : untuk pembelian barang elektronik
3)Shopee : untuk pembelian barang-barang selain diatas

Aku suka belanja d tiga toko tsb karena selama ini memuaskan, baik kualitas barang maupun harganya,

Selain barang, aku di Gresik ini suka memesan Go Food yang difasilitasi oleh Go Jek. Seperti hari ini. Aku kelaparan dan di rumah tidak ada makanan. Jadi aku buka saja Go Food untuk memesan ayam geprek.






Ayam Geprek Sambat. Outletnya ada di daerah PETRO. Ongkir Go Jek nya murah karena ada promo antar plus aku menggunakan Go Pay, hanya Rp.4ribu saja. Aku memesan Ayam Geprek Mozarela level 5. Dan sejauh ini rasa memuaskan. Perut kenyang, hati senang. Terimakasih ONLINE ERA.



Selasa, 19 Desember 2017

MAINAN

Kemarin, aku, mama, Haira dan Fatih pergi. Haira dan Fatih sangat senang jika diajak pergi. Mungkin karena mereka merasa bosan di rumah terus. Jangankan mereka, aku aja juga bosan di rumah terus seharian. 

Rute pergi kami kali ini:

Rumah Bu Nurul di GKB (melaundry sprei) -- Plaza Telkom (bayar indihome) -- Hypermart (mainan di Kiddy land) -- Pawon Cabe (makan siang)

Kami pun berangkat pukul 9 lebih.

 aku dan fatih di belakang

Haira di depan

Rute pertama yakni ke Rumah Bu Nurul GKB untuk melaundry sprei. Kami hanya mampir sebentar untuk menyerahkan spreinya, mungkin sekitar 5 menitan. Dan kami pun lanjut ke rute kedua, yakni ke Plaza Telkom.

Telkom sekarang sepi, beda dengan Telkom jaman dahulu. Hal ini terjadi karena makin majunya tehnologi yang tidak dikuti oleh transformasi Telkom sendiri. Masih ingat sekali, kalau jaman dulu hampir tiap rumah pasti memasang telpon rumah. Orangpun banyak yang antri untuk membayara tagihan telpon. Tapi sekarang ini, orang lebih memilih untuk menggunakan HP saja dari pada telpon rumah. Bagaimana tidak, telpon rumah memiliki abodemen yang artinya jika tidak digunakan sekalipun tetap harus ada biaya yang harus dibayar. Di rumahku pun sendiri, mama sudah mencopot telpon rumah. Baguslah karena Telkom sekarang sudah mulai berubah dengan adanya produk indihome yag relatif tidak terlalu mahal dengan jaringan yang bagus.

Di Plaza Telkom antrianya sepi. Aku pun untuk membayar ke kasir tidak perlu menunggu. Hore.
Dan lagi ternyata ada diskon, jadi tagihanya tidak semahal yag aku estimasikan. Hore lagi.

Lanjut rute berikutnya adalah Hypermart. Kami sampai tepat pukul 10 pagi, bertepatan dengan jam bukanya Kiddiland. Haira dan Fatih pun langsung masuk untuk main disini. Belajar dari pengalaman sebelumnya, aku sudah membawa kaos kaki serta kartu, jadi tidak perlu membayar biaya tambahan lagi. Untuk 2 anak tanpa membeli kaoskaki dan kartu, total biayanya Rp.50ribu jadi biaya per anak adalah Rp.25ribu

Mainan yang dituju Haira dan Fatih adalah masak-masakan, mungkin karena mereka terlalu sering melihat Youtube dimana yang dilihat adalah anak-anak yang bermain masak-masakan. Sesudhnya sih mereka main yang lain, dari mandi bola, perosotan, trampoling, kuda-kudaan.


Sejam waktu yang dihabiskan di kiddyland sampai mereka bosan. Lalu mampir ke hypermart untuk belanja. Tapi aku tidak ikut masuk karena sebelumnya mama telah belanja ke Hypermart saat anak-anak main di Kiddyland. Kresek belanjaan ini tidak boleh dititip ke bagian penitipan. Mbak-mbaknya menolak, pdahal masih bnayak tempat kosong buat ditiip. Lalu di depan securitynya yang tadinya ada jadi gak ada. bingung dong ini ts belanjaan mau diapain. Kalau dibawak nanti dikira memasukan barang yang belum dibayar. Harusnya si ada securitynya jadi didepan, tas belanjaanya diisolasi seperti yang dilakukan di Carefour. Karena itulah aku memilih untuk tidak masuk saja, dan menunggu diluar.

Rute berikutnya adalah Pawon Cabe. Kami memesan Iga goreng, Sop Buntut, dan Ayam Garang Asem. Tapi Grang Asemnya tidak kemakan, jadi dibungkus saja. Disini Fatih bener-bener merepotkan. Sepertinya dia sudah bosan. Makanya kami tidak berlama-lama disini dan kami pun pulang.

Sepanjang perjalanan Fatih rewel minta duduk dipangku Mama didepan. Bener-bener deh. Mama kan susah tidak bisa nyetir nanti, jadinya aku tahan asaja Fatih di belakang.

Sampai di rumah tidak lama Haira dan Fatih pun tidur.... Capek sepertinya mereka... Dan aku juga ikutan tidur...


Senin, 18 Desember 2017

DILEMA aka GALAU

Aku dibuat dilema setelah keluarnya memo mutasi yang menyebutkan bahwa aku dipindah ke KCS Surabaya tmt 18 Desember 2017. Benar-benar membuatku goyah.... Aku pun mendiskusikannya dengan mama papa, dan suami. Mama dan suami lebih menyarankan untuk jangan resign, pindah ke KCS SUrabaya saja, toh deket, jadi bisa gampang PP nya. Mama juga menyanggupi untuk menjaga Syifa. Kalau papa lebih cenderung aku untuk resign saja, mengingat aku ang sepertinya terbabani dengan pekerjaan ini serta nanti gimana aku harus bekerja PP ke Surabaya dan aku pun masih memberikan asi eksklusif ke Syifa.

Aku memikirkan hal ini dari pagi hingga malam. Teman-teman juga pada mendukung untuk jangan resign karena jarang2 ODP ditempatkan di tempat asal apalagi ini kan sudah dekat dengan anak-anak.

Akhirnya akupun memutuskan untuk menjalani saja. Aku yakin apa yang terjadi adalah yang terbaik untuku. Selama ini aku menjalani hidup bagai alir yang mengalir. Aku percaya Allah sudah menggariskan yang terbaik buatku. 

Bismillah...

Senin, 04 Desember 2017

Renungan dalam Masa Cutiku

Senin, 4 Desember 2017

Sudah bulan Desember saja, tidak terasa....
Aku sedang dalam masa cuti setelah melahirkan anak ketiga. Kalau bukan karena melahirkan tidak akan mungkin bisa cuti waktu akhir tahun ini. 

Ya...benar....di usiaku yang baru kepala dua ini, aku sudah memiliki 3 anak. Rasanya antara percaya gak percaya. Mungkin tidak begitu terasa karena selama ini aku menitipkan kedua anaku kepada kedua orang tuaku di Gresik sedangkan aku bekerja di Jakarta, jadi berasa lajang.Setelah aku cuti ini, aku merasakan begitu repotnya mengurus anak-anak kecil ini. Anak pertama dan keduaku hanya berjarak kurang lebih 1,5 tahun, yakni Haira, anak pertamaku berusia 3 tahun sedangkan Fatih, anak keduaku berusia 1,5 tahun. Sering terjadi pertengkaran, tangisan, teriakan antara kedua anaku ini, rasanya kepala mau pecah kalau mereka bertengkar terus. Aku jadi amat berterimakasih kepada kedua orangtuaku yang selama ini merawat mereka. Setiap hari menghadapi tingkah pola kedua anaku ini. Oleh karena itu, dengan adanya anak ketiga, aku sudah bertekad bulat untuk resign saja. Sudah cukup pengabdianku di BTN, sekarang saatnya aku mencurahkan waktu untuk keluarga, terutama anak-anaku.