Kamis, 29 Juli 2010

Get shock in this morning

Jumat pagi ini aku bangun dan buru-buru menuju laptop untuk surfing internet. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk melihat pengumuman Departemen Keuangan.

Rasanya dag-dig-dug tak karuan...

Dan ketika kulihat pengumumanya....
aku sangat syok karena ternyata tidak ada namaku disana..
kucari sekali lagi namun tetap tidak ada..

hiks...sedih rasanya
http://www.emocutez.com


NB: pengumuman lolos TPA bisa lihat disini : klik disini

Senin, 12 Juli 2010

Akhir Kunjungan ke Poli Rawat Luka

12 Juli 2010

Senin...

Hari ini saatnya untuk kembali lagi ke RS Petrokimia, menuju ke Poli Rawat Luka.
Rata Penuh
Aku berangkat bersama adikku, Tia, sekitar jam 11an.

Sampai di RS, aku segera registrasi dan mendapatkan no urut 4 untuk poli rawat luka. Setelah itu, aku segera menuju ke kantor poli untuk mendaftarkan diri, namun ternyata orang yang bertugas di poli rawat luka tidak ada sehingga aku pun disuruh untuk menunggu.

Hm...cukup lama juga menunggunya, hampir setengah jam baru namaku dipanggil. Aku langsung masuk dan mulailah proses pembukaan perban.

Proses pembukaanperban berlangsung teramat singkat, entah benar atau cuma perasaanku saja, susternya seperti diburu waktu jadi tergesa-gesa menangani lukaku ini, tidak seperti suster-suster yang dulu-dulu yang merawat lukaku ini. Alhamdulillah tidak sakit karena lukaku memeang sudah kering, tapi coba bayangkan kalau lukaku ini masih belum kering sepenuhnya atau bahkan masih basah maka aku pasti akan menjerit-jerit kesakitan karenannya. Lukaku yang sudah kering ini tidak diperban lagi, kata susternya sudah tidak perlu. Hiyaaaaaaaaaaa... kalau cuma dibuka ajah seperti itu aku juga bisa ngerjain sendiri di rumah, gak perlu repot-repot pergi ke RS dan mengantri lama.


Gambar 1. Jempol Kakiku yang Sudah Kering (1 minggu lebih 2 hari)

Sabtu, 10 Juli 2010

TPA CPNS DEPKEU 2010

10 juli 2010


Sabtu


It's the show time...


Hari yang bikin dag-dig-dug telah tiba, Yup..saatnya untuk TPA (Tes Potensi Akademik) CPNS DEPKEU. Yang biking dag-dig-dug adalah selain jumlah peserta yang teramat banyak dan soal yang kabarnya susah, adalah kuku jempol kakiku ini, hiks... Tapi Alhamdulillah karena sudah mendingan rasanya, aku sudah bisa pakek sepatu dan sudah enak dibuat berjalan dengan catatan, yakni slow and prudence.


Aku kebagian tes di SMA 17 Agustus, Surabaya. Aku berangkat dari Gresik pukul 6.30 dijemput Ayib naik motor, dan sampai lokasi seekitar pukul 7.30. Namun, aku turun di bagian belakang SMA, jadi aku harus berjalan mengitari jalan untuk sampai ke pintu gerbang bagian depan. Aku kenalan dengan anak dari Kediri, namanya Nunik. Aku jalan kaki bareng dia, karena aku ndak tau arahnya :p, tapi resikonya aku harus berjalan cepat sehingga kakiku terasa perih namun kutahan.


Sesampainya di SMA, ternyata pas tepat pada waktunya di halo-halo pada peserta agar segera masuk kelas masing-masing. Aku mendapat kelas 103.

Duduknya satu-satu dan sudah diberi nomor serta nama peserta pada masing-masing meja. Kita diberi penjelasan mengenai peraturan dalam pengerjaan tes ini, yakni:

1. Selama mengerjakan soal dilarang ke kamar kecil

2. Peserta ujian harus mengerjakan soal sesuai aba-aba yang dapat didengar dari pengeras suara di kelas

3. Tas dan peralatan lain ditaruh di depan

4. Di meja harus sedia papan alas, pensil 2B, rautan, no TPU dan KTP

5. Tidak boleh membawa alat elektronik (kalkulator, Hp, dll)

Ujiannya sendiri terdiri dari 4 bagian, yakni:

1. Bagian 1 mengenai tes verbal

2. Bagian 2 mengenai tes matematika

3. Bagian 3 mengenai pemahaman membaca paragraf dan logika

4. Bagian 4 mengenai tes bahasa inggris


Komentarku mengenai keseluruhan materi yang diujikan adalah.....

BENER-BENER SUSAH

Namun, aku sudah berusaha semaksimal mungkin, Ya Allah semoga aku lolos...

Ya Allah dengarkanlah doa hambaMU ini..Amin..


Gambar 1. Padatnya Arus lalu Lintas Daerah UNTAG


Gambar 2. Tempat Kumenunggu Jemputan


Gambar 3. Jempol Kakiku yang Udah Mendingan


Jumat, 09 Juli 2010

Back to Hospital

5 juli 2010

It's time to back to hospital :(


Udah tiga hari sejak tragedi kuku jempol kakiku copot. Oleh karena itu, hari ini saatnya untuk balik lagi ke RS untuk mengganti perbannya.


Aku pergi ke RS nekat pakek sendal, walau sendal jepit tapi kakiku rasanya koq suakit, cenut-cenut gitu rasanya..


Sampai akhirnya dipanggil dan masuk ke poli

rawat luka untuk diganti perbannya. Saat dibuka....sakit banget...aku sampai meringis kesakitan. Lalu aku melihat jempol kakiku tanpa kuku, hanya daging segar berwarna merah menyala. Baru kali ini aku melihat daging sesegar itu..


Setelah itu, jempol kakiku pun segera dibalut kembali, namun dengan balutan yang lebih tebal, dan harus kembali 4 hari lagi untuk diganti perbannya. Susternya pun bilang kalau misal jempol kakiku yang diperban ini kena air, maka kudu segera dibuka kemudian dikeringkan, karena air tidak steril, banyak kuman dan bakteri didalamnya selain itu juga ditakutkan nanti malah menjadi lembab dan malah memacu tumbuhnya jamur, hi.......kok serem gitu....


Ya Allah semoga aku cepat sembuh, Amin..


Gambar 1. Jempol Kakiku yang Diperban


Gambar 2. Interior RS Petrokimia


Gambar 2. Parkiran RS Petrokimia (Dari Jendela)

Sabtu, 03 Juli 2010

Tragedi Kuku Jempol Kaki Copot

3 Juli 2010


Apes banget rasanya,..


Jempol kakiku sebelah kiri kan udah bengkak gara-gara jatuh pas mau keluar dari kos sampai-sampai jalanku pincang dan menahan sakit selama naik angot hingga sampai di rumah. Jalan ke rumah pun aku menyopot sepatu sebelah kiriku karena sakit banget rasanya..hu..hu..hu..


Beberapa hari berlalu semenjak kejadian mengenaskan itu. Aku pun sempat bermimpi kalau kuku jempol kakiku patah jadi dua. Nightmare...


Mimpi buruk itu pun terjadi. Saat aku menutup pintu belakang.....pintu itu pun menatap jempol kakiku yang bengkak. Spontan saja aku menangis kesakitan. Ada darah segar mengalir dari jempol kakiku itu, dan jempol kakikupun membiru. Tak lama setelah itu terlihat jempol kakiku membuka. Langsung saja mama membawaku ke RS Petrokimia.


Aku dibawa ke UGD. Disana kakiku dibersihkan kemudian dibius hingga dua kali. Kemudian terasa sakit sekali hingga aku menangis. Tapi tiba-tiba semua sudah selesai, kuku jempol kakiku sudah dicabut dan sekarang sudah diperban.


Dokter memberiku dua jenis obat, yang pertama obat penahan rasa sakit dan yang kedua adalah antibiotik yang diminumnya sehari tiga kali, pagi, siang, malam. Perbannya gak boleh dibuka dan gak boleh kena air dan 3 hari lagi kudu balik ke Poli Rawat Luka untuk diganti perban dan dicek keadaanya.


Ya Allah, segera sembuhkanlah jempol kakiku ini sehingga aku dapat beraktifitas seperti biasa dan juga dapat mengikuti tes tanggal 10 nanti, Amin...

Ke SAC ITS

1 juli 2010


Udah ganti bulan lagi ni...


Hari ini rencananya mau ngirim lamaran ke SAC its Sby bareng sama mantan mbak kosku, Mbak Rizka. Tapi sayangnya, bareng yang dimaksud adalah Mbak Rizka menjemputku di kos padahal posisiku pagi ini masih ada di Gresik. Mau minta anter papa kemarin malem, tp kok ya ndak enak, ngerepotin, kan kasian sama papa. Pengenya sih minta anter Ayib, tapi Ayib ndak bisa. Alasannya sih karena di rumah kosong, gak ada orang jadi dia kudu jaga toko. Hum...alasan yang tidak membuatku puas. Oleh karena itu aku memberanikan diri naik angkutan kota. Berhubung bingung, jadi aku tanya Mbak Ju (ini juga mantan mbak kosku). Dari Mbak Ju inilah aku mengetahui alur angkot yang jelas dan ringkas, yakni naik angkot kijang ijo pupus trus turun di halte (depan SMP N 5 Sby) dan naik angkot C.


Angkot C ini ternyata lewat depan ITC, terus gak separah angkot O yang muter-muter gak nyampek-nyampek. Alhamdulillah aku selamat sampai di tujuan. Aku tidak turun kos,tapi turun depan kampus B UNAIR untuk ngambilin transkrip Mbak Rizka yang dititipin ke aku sedari dulu.


Singkat cerita, sekitar jam setengah 12 aku dan Mbak Rizka berangkat ke ITS.


Sampai di ITS, kami bertanya kepada Bapak satpam tentang keberadaan gedung SAC. Ternyata gedungnya mudah dicari, tinggal mengikuti jalan dan belok kanan sedikit. Lalu ada parkiran motor, disitulah gedung SAC. Bukan di parkiran motornya loh tapi ada di belakangnya, gedung berwarna oranye ngejreng. Benar-benar mudah dicari.


Kami datang di saat yang tepat, karena kurang 5 menit lagi saat istirahat dan harus menunggu 1 jam lagi. Alhamdulillah...


Kami pun menyerahkan berkas lamaran yang kemudian dientrikan oleh bapak petugasnya dengan membayar 3ribu/orang.


Pulangnya..diajak Mbak Rizka mampir ke Natasha untuk beli krim. Sesudah itu pulang ke kos deh, tapi masih mampir dulu di Alfa buat beli bekal untuk di angkot nanti saat pulangnya.