Jumat, 28 Februari 2020

EOM Tidak Berasa EOM

Baru kali ini aku merasakan EOM yang tidak seperti EOM, malah terasa seperti hari biasa. Tidak ada kepanikan sama sekali. Terasa santai, bahkan sempet makan siang di Tunjungan Plaza dan pulang sebelum jam 5 sore, Amazing.

Yups, hal ini dikarenakan Laporan Akhir Bulan sudah dikirim kemarin. Jadi semua laporan sudah selesai. Lalu untuk pembayaran tidak akan mungkin masuk lagi kan kalau sudah diatas jam 3 sore. Karena Nasabah Komersial bukan seperti Nasabah konsumer yang dapat menstranfer angsuran per bulannya. Nasabah Komersial memiliki nilai angsuran bulan yang cukup besar sehingga tidak akan mungkin ditrasnfer memlalui mesin ATM.

Biasanya sih, walau sudah beres tapi tetep akan pulang malam, yakni paling cepet jam setengah 8. Karena gak enak sama unit lain yang pada masih sibuk proses EOM. Untuk EOM kali ini aku bisa pulang cepet karena papa masih opname di RS PETROKIMIA GRESIK, sehingga aku harus segera pulang dan berganti shift dengan mama.

Walau begitu, yang namanya HP memang harus on dan dipantau terus. Karen nyatanaya banyak WA urgent, baik dari pertanyaan posisi pencapaian dari Pak BM, lalu ada info mengenai WO, ada telpon konfirmasi dari Kantor Pusat, serta ada pula kendala mengenai eksekusi WO. Yah...paling tidak lumayan lah sudah di rumah, jadi bisa dengan santai mengerjakan hal itu semua.

Kamis, 20 Februari 2020

Pimpinan yang tidak bisa memimpin

Baru kali ini aku merasakan kepimpinan yang amat payah. Tidak ada hal positif yang aku pelajari darinya. Padala selama 8 tahun lebih aku bekerja di perusahaan ini, aku pernah dipimpin oleh berbagai karakter pimpinan. Dimana mereka memiliki kekuranga dan kelebihan masing-masing. Dari situ aku bisa belajar dan mengambil sisi positif merka. Namun, untuk kali ini, aku benar-benar tidak bisa menemukan sisi positif yang dapat kuteladani.  

Apa jadinya kantor ini jika dipimpin oleh orang seperti dia. Dia sendiri merasa bahwa dirinya tidak salah. Selalu menganggap orang lain salah. Menyuruh orang untuk tidak berbuat A tapi dia sendiri berbuat. Parahnya, dia seperti tidak merasa telah melakukan perbuatan A tsb. Merasa telah bekerja susah payah demi kantor ini, namun faktanya dia cuma duduk di meja. 

Memang berkali-kali dia bilang bahwa dia tidak ingin ditempatkan di Surabaya. Dan berkali-kali mnegkode untuk minta pindah.

Ya Allah,,,, tolong kabulkanlah keinginanya untuk pindah dari sini, dan berikanlah kami pemimpin yang bijak dan bisa menjadi suri tauladan, Aamiin...

Masih Berat

Minggu-minggu ini terasa sangat berat. Waktu terasa lambat berjalan..

Papa yang masih terbaring di Rumah sakit, bukanya membaik malah makin drop sampai dipindahkan ke ICU. Papa yang dulu menjaga kami, selalu menunggu sampai anak-anaknya pulang ke Rumah, bahkan saat aku harus pulang dini pun papa masih tetap terjaga. Sepertinya tidak tenang sebelum anak-anaknya telah sampai rumah dengan selamat.

Sedih rasanya jika mengingat hal itu. Sekarang keadaan menjadi terbalik. Papa tidak berdaya, berbaring di Rumah Sakit. Kondisi saat ini lebih buruk daripada tahun lalu.Sempat tahun lalu opname di RS namun hanya seminggu dan keadaan menjadi lebih baik. Namun, kali ini sudah 6 hari papa di Rumah Sakit. Keadaan tidak menjadi lebih baik. Malah lebih buruk dari awal masuk. Entah sebenarnya apa yang menyebabkan hal tsb. Saat awal masuk, torax papa normal, tidak ada masalah. Namun kemarin torax tsb seperti tertutup hampir 70% cuma dalam 5 hari saja. Dan sampai saat ini masih tidak tau apa yang menyebabkan tertutupnya torax tsb, apa karena cairan atau massa. Prediksi awal karena bakteri. Tapi bakteri apa masih belum dapat diketahui. Ini pun penangananya baru dibri antibiotik, namun sepertinya tidak begitu efektif sehingga harus mengganti anti biotik lainnya. Itu pun masih belum tau apakah efektif untuk pengobatan tsb, sehingga disarankan untuk menjalani tes kultur darah yang hasilnya baru akan didapat 10 hari kemudian. Selama masa tunggu 10 hari tsb, akan diberi anti biotik yang sering dipakai pada umunya.

Di ICU, Tia berjaga dari pagi sampai pagi, karena bermalam disana. Mama tidak bisa menemani karena harus menjaga anak-anak di rumah, sedangkan aku harus pergi kerja. Sempat aku cuti, namun tidak mungkin untuk cuti terus menerus. 

Ya Allah, semoga papa diberikan kekuatan, ketabahan, dan semangat menjalani cobaan ini. Semoga papa cepat pulih ya Allah... Dan kami sekeluarga juga mohon diberikan kekuatan, ketabahan dan semangat untuk mendampingi papa. Aamiin..

Selasa, 18 Februari 2020

Stresssss

Saat menulis blog ini, waktu menunjukan pukul 03.31 WIB. Aku tidak bisa tidur. Seminggu ini rasanya stres sekali. Pikiranku jadi menumpuk, dan merasa tidak tenang. Banyak hal yang menyebabkan hal itu, mulai dari permasalahan keluarga sampai dengan pekerjaan. 

Papa yang ngedrop dan opname di RS. Sedangkan mama serta ketiga anaku juga sakit. Belum lagi masalaha pekerjaan yang menunpuk, dari Nasabah yang memiliki iktikad tidak baik ataupun Nasabah yang protes dengan kebijakan baru serta tidak mentolerir adanya permasalahan sistem sampai dengan pimpinan yang riweh minta data mulu. Bahkan aku sampai tidak menghiraukan JAPRI nya saking aku pusing dalam menghadapi semua ini.

Disaat seperti ini, biasanya aku akan mendekat kepada Allah SWT di sepetiga malam, namun aku tidak bisa melakukan hal tsb karena sedang datang bulan. Makin menambah stres pikiran.

Ya Allah,,,,tolong hambaMu ini,,, lancarkanlah segala urusanku,,,sehatkan lah Papa, Mama, beserta anak-anakku...Aamiin,,