Selasa, 6 januari 2015
Kulangkahkan kaki dengan begitu berat dan mata mengantuk menuju ke halte busway. Ya... pagi ini seperti pagi-pagi yang biasanya. Aku pergi menjalankan rutinitasku sehari-hari, yaitu bekerja di bank btn syariah cabang jakarta harmoni.
Busway sudah terisi penuh sesak, padahal jam tanganku baru menunjukan waktu 6 pagi. Begitulah rutinitas jakarta di pagi hari. Orang-orang berjalan cepat dengan pandangan lurus untuj segera sampai ke tempat tujuan mereka tanpa memperhatikan lingkungan sekitarnya. Bagaimana denganku? Sempat aku juga menjadi seperti mereka, tapi tidak dengan pagi ini. Mungkin karena aku masih merindukan rumah, terutama haira, buah hatiku.
Memang benar jiwa dan ragaku ada disini tapi tidak dengan hati dan pikiranku. Rasanya saat terbang ke jakarta, kedua hal itu masih tertinggak di gresik seakan tidak mau ikut. Hal ini menjadikanku tidak semangat bekerja. Dan hal ini bukanlah kali pertama aku alami.
Sudah beberapa kali aku merasakan hal semacam ini. Merasa bosan bahkan srmpat aku merasa muak dengan kehidupanku di jakarta ini. Ingin rasanya aku tinggalkan ini semua dan segera pulang untuk tinggal selamanya di gresik, rumahku yang sesungguhnya. Tempat dimana aku merasakan kedamaian. Tapi ini sudah jadi pilihanku dan aku harus menyelesaikanya dengan sebaik-baiknya. Hanya Allah yang menjadi penguatku selama ini. Ya Allah.. tolong kuaykan aku serta kuatkan haira disana..persatukan kami segera ya Allah
. Dan beri kebahagiaan bagi kami, amin..
Senin, 05 Januari 2015
Minggu, 04 Januari 2015
Jalan2 ke mall pasca melahirkan untuk pertama kalinya
Sabtu, 3 Januari 2015
Tia, adiku lagi nginep di apartemenku karena ada kartu seminarnya yang tertinggal di Gresik sehingga aku membawakanya untuk diambilnya di tempatku. Dia dateng kemarin, Jumat. Dari Bogor naik KRL turun di stasiun Juanda kemudian naik ojek ke kantorku. Setelah itu kita sama-sama ke apartemen naik busway yang sudah lama tidak aku naiki, kurang lebih sekitar 4 sd 5 bln.
Busway dulunya masih boleh beli tiket untuk sekali jalan pakek uang tunai yang ongkosnya 3.500 untuk diatas jam 7 pagi, sedangkan kurang dari jam 7 pagi tarifnya cuma 2.000. Kalau sekarang, sudah tidak boleh menggunakan uang tunai karena pihak transjakarta sebagai pengelola sudah tidak menyediakan tiket lagi. Sebagai gantinya menggunakan e ticketing yang mengharuskan kita untuk membeli kartu yang ada saldonya. Jika saldonya habis kita bisa mengisinya dengan minimal pembelian 20 ribu rupiah.
Aku tidak perlu membeli kartu e ticketing tersebut karena aku telah diberi oleh Ayib yang kurang lebih 2 minggu lalu ke Jakarta dan mampir ke apartemen untuk bersih-bersih..hahahahahaha
Aku berekspektaksi, jika sistem pembayarnya diganti mungkin ada yang diperbaiki terkait dengan bus nya. Tapi ternyata tidak. Busnya sih gitu-gitu ajah. Masih sama seperti terakhir kali aku naik.
Kami turun di halte atrium karna tujuan kami kali ini adalah plaza atrium. Aku suka kesini karena tempatnya tidak begitu besar namun apa ajah ada disini mulai dari bioskop, karaoke, tempat bermain, supermarket, tempat makan, departement store, dan tentu saja ramen yang aku suka.
Tujuan pertama kami adalah makan siang... perut sudah keroncongan ni karena dari pagi aku belum makan. Tentu saja, tujuan tempat makan kita adalah makan ramen di GOKANA. Aku memesan ramen ebi yang hot nya level 3 sedangkan tia memesan ramen curry yang original alias gak hot sama sekali yang rasanya kayak indomie kare ayam cuma beda di tampilan dan harga saja.
Ramen favoritku
Perut terisi penuh, tenaga kembali full dan siap untuk muter-muter keliling mall. Kuputuskan untuk ke Matahari Departement Store bagian anak-anak karena aku ingin membelikan haira baju dan bando.
Alhamdulillah dapat baju dan bando yang dicari. Kualitas oke, model oke, harga oke. Siiiiip deh.
Kaos terusan dengan rok jeans
Jaket kaos
Bando
Sholat pun difasilitasi dengan adanya mushola dilantai atas. Namun sayang yang tidak ada adalah ruang menyusui jadi saat payudaraku mengencang tandanya terisi full asi dan harus dipompa, maka akupun harus mencari toilet untuk memompanya. Untung ajah ini asinya kubuang karena wadah penyimpanan asi nya sudah habis. Coba bayangin, kalau asi nya untuk dikonsumsi kan tidak higienis. Lha wong mompanya di toilet. Ckckckckck
Selain shopping, agenda kami adalah karaoke dan nonton. Karaoke di inul vista. Pesenya room small untuk 2 jam. Karena penuh maka harus nunggu tapi nunggumya harus di tempat yang telah disediakan oleh pihak jnul vista. Kurang lebih setengah jam kami menunggu. Akhirnya dapat ruang juga di lantai 2 pojokan yakni ruang 14. Tapi sayang, baru sejam lebih kita nyanyi, macet lagunya. Aku pun memanggil staff inul vista. Ada mas-mas yang datang, dia merestat cpu namun tetap tidak bisa. Dia pun memanggil temenya untuk memperbaiki kerusakan ini. Temenya datang, seorang perempuan. Hal yang dilakukan juga sama yakni merestat cpu. Ya.... jelas ajah gak bisa. Proses nii berlangsung kurang lebih setengah jam hingga akhirnya kami dipindahkan di ruang 27 yang terletak di lantai 4. Kondisi perlatan di ruang ini lebih terawat dari pada yang di ruang 14 tadi. Namun ternyata lagunya kurang update. Tadi di ruang 14 aku mencari lagunya setia band yang berjudul stasiun cinta dan ada, namun di ruang 27 tidak ada. Dilayar monitor tidak tercantum waktu untuk kami karaoke. Ekspektasiku paling masih sejam lagi waktu yang kesisa tapi gak taunya masih setengah jam kita nyanyi....si staff inul vista udah memberi peringatan bahwa waktu akan berakhir.jiaaaaaaaaaaaaaah. berarti waktu mesinya eror tadi yang memakan waktu hampir setangah jam juga diitung dooong. Rugiiiiii bangeeet kalau kayak gini. Tapi ya... apa boleh buat toh saat itu jam tanganku sudah menunjukan pukul 5, waktunya sholat ashar. Kamipun memutuskan untuk menyudahi karaoke ini.
Aku dan tia di inul vista
Saat jam tanganku menunjukan pukul delapan seperempat, kami memutuskan untuk pulang.
Kami naik busway. Dan ternyata kartu yg dikasik ayib sudah abis saldonya, padahal kata ayib harhanya 40ribu. Banyak yah, masak bisa langsung abis gitu...e...gak tau nya 40 ribu itu terdiri atas harga kartu 20 ribu dan saldonya 20 ribu. Ya...terpaksa isi saldo dikartu deh.
Kamis, 01 Januari 2015
HARI PERTAMA MASUK KERJA
2 JANUARI 2015
Jumat ini aku masuk kerja pertama kali sejak aku cuti melahirkan 3 bulan yang lalu. Inginya sih berangkat pagi jam 6 naik busway yang katanya sekarang bayarnya harus pakek kartu dan gak boleh bayar pakek uang tunai. Tapi apa boleh buat, sakibg pulesnya tidur dan gak biasa bangun pagi, aku pun terbangun pukul 5.45 WIB. Jadi aku pun segera bangun dari tempat tidur untuk sholat subuh terlebih dahulu yang dilanjutkan dengan pompa karena payudaraku sudah terisi penuh, jadi sakit rasanya kalau tidak dipompa. Setelah itu baru mandi dan beberes semua sehingga baru bisa keluar kamar pukul 6.15 WIB.
Dengan pertimbangan barang bawakan yang banyak serta jam yang mepet, akhirnya aku memutuskan untuk naik taxi. Aku naik pusaka yang masuk dalam bluebird grup.
Ternyata jalanan masih lenggang, mungkin orang-orang masih pada libur kali ya kali ya.
Sampai di kantor pun rasanya masih sepi. Banyak yang cuti sepertinya. Dan ketika sampai di meja kerjaku, kulihat berkas bertumpukan tak karuan. Huuuuuu... rasanya males tapi harus segera dibereskan ini, jadi diputuskan untuk agenda hari ini adalah beberes.
Jumat ini aku masuk kerja pertama kali sejak aku cuti melahirkan 3 bulan yang lalu. Inginya sih berangkat pagi jam 6 naik busway yang katanya sekarang bayarnya harus pakek kartu dan gak boleh bayar pakek uang tunai. Tapi apa boleh buat, sakibg pulesnya tidur dan gak biasa bangun pagi, aku pun terbangun pukul 5.45 WIB. Jadi aku pun segera bangun dari tempat tidur untuk sholat subuh terlebih dahulu yang dilanjutkan dengan pompa karena payudaraku sudah terisi penuh, jadi sakit rasanya kalau tidak dipompa. Setelah itu baru mandi dan beberes semua sehingga baru bisa keluar kamar pukul 6.15 WIB.
Dengan pertimbangan barang bawakan yang banyak serta jam yang mepet, akhirnya aku memutuskan untuk naik taxi. Aku naik pusaka yang masuk dalam bluebird grup.
Didalem taxi
Bawak coolerbag
Ternyata jalanan masih lenggang, mungkin orang-orang masih pada libur kali ya kali ya.
Sampai di kantor pun rasanya masih sepi. Banyak yang cuti sepertinya. Dan ketika sampai di meja kerjaku, kulihat berkas bertumpukan tak karuan. Huuuuuu... rasanya males tapi harus segera dibereskan ini, jadi diputuskan untuk agenda hari ini adalah beberes.
Meja berantakan
JUANDA DI TAHUN BARU
Masa cuti melahirkanku yg 3 bulan lamanya gak terasa telah usai. Tgl 2 januari esok aku harus masuk kerja lagi..bergulat dengan rutinitas yg dulu lagi..nasabah..analisa..penagihan..monitoring..marketing.. padahal aku sudah mulai terbiasa dengan rutinitasku yang sekarang ini.. mengurus haira.. putriku tercinta.. tp ya.. harus bagaimana lagi.. ini harus dijalani.. Bismillah.
Untuk itu aku memesan tiket tanggal 1 januari 2015.. tepat di tahun baru. Jalanan sepi begitu pula di bandara. Aq menggunakan maskapai citylink untuk menuju jakarta yang ternyata mendarat di bandara halim perdana kusuma (pengalaman pertama ni). Lama sudah tidak naik citylink, skrg citylink berada di terminal 1A.
Aq pergi ke bandara Juanda diantar oleh papa mama serta Haira. Haira yg belum pernah pergi ke tempat yang banyak orang sepertinya kebingungan melihat situasi sekitarnya, tapi dia gak nangis loh. Haira kan pintar, mirip dengan mama nya..hehehehe..
Mama, Haira, dan aku. (Papa lagi parkir mobil)
Di ruang tunggu 9/10 dengan situasi yang lenggang, aq melihat banyak orang yg datang dari umroh.
Barisan orang berseragam yg telah mengikuti umroh
Situasi di bandara halim perdana kusuma nampak asing. Bandaranya sepi hanya ada beberapa pesawat saja. Aku pun bingung mau naik apa. Akhirnya karna waktu sudah menunjukan pukul 4, aku memustuskan untuk mencari musholah untuk sholat ashar. Sehabis sholat segera aku mencari taci untuk pulang..dapetnya taxi cipaganti. Ini baru pertama kalinya naik cipaganti, pengen nyobain. Supirnya ramah tapi argonya sepertinya lebih mahal dari pada bluebird deh. Akhirnya sampai apartemen jam 5 dan istirahat.
Langganan:
Postingan (Atom)









