Selasa, 22 September 2009
Hari ini aku dan adikku, Meta, berencana untuk pergi ke WBL (Wisata Bahari Lamongan) yang dulunya dikenal dengan sebutan JatimPark II. Kami pergi ke WBL dengan pacar kami masing-masing, Meta dengan Sandi sedangkan Aku dengan Ayib.
Aku berkostum seadanya sajah, hanya celana jins panjang yang lama dengan t-shirt panjang garis-garis orange-abu-abu. Selain itu, aku membawa tas ransel warna oranye juga dan baju ganti buat jaga-jaga klo seandainya nanti basah kuyup disana. Mama dan semuanya (Meta dan Tia) protes tentang kostumku ini, terutama mengenai t-shirt yang kupakai. Hm...mungkin karena t-shirt ini sudah butut dan rencananya sih memang mau dikasikan orang sama mama, tapi sebetulnya aku masih suka. Akhirnya mereka pun mengalah juga dengan kostumku tersebut.
Jam delapan lebih aku pun dijemput oleh Ayib. Namun sebelum kita berngkat, Ayib harus salim dulu sama mama papa, tapi karena papa lagi tidur jadi salamnya cuma sama mama ajah. Tidak lama setelah Ayib berslaman dengan mama, Sandi pun datang dan dia ikut salaman juga. Dan setelah itu, kami pun berangkat. Dalam hatiku berteriak...WBL KAMI DATANG^^

Desa demi desa pun kami lalui, mulai dari Manyar-Bungah-dan akhirnya Sedayu. Sedaayu ini merupakan hometown nya Ayib, pacarku. Oleh karena itu, kami pun transit dahulu di rumah Mbak nya Ayib, ya...seperti tahun kemarin pikirku...Ternyata pikiranku ini benar-benar salah karena kalau tahun lalu...akulah tamu satu-satunya, tapi kali ini tamu nya buanyak sekali, silih berganti berdatangan seperti tiada henti. Tamu nya pun tidak hanya terdiri dari para tetangga, namun juga sanak keluarga sehingga aku pun berkenalan dengan Mbak-Mbaknya Ayib.
Kami dijamu dengan banyak camilan yang kurang lebih unik. Aku menyebutnya unik karena ada jajanan yang disebut TERUNG, namanya kayak sejenis sayuran yah..namun, jangan salah Terung ini merupakan jajanan yang terbuat dari cacing laut yang dikeringkan kemudian digoreng sehingga menjadi semacam kerupuk. Selain itu, kami pun disuguhi dengan bakso. HUAH..yang bener ajah, tadi pagi aku dah makan KARAK-TEMPE buanya seru, masak harus makan lagi..hm, namun...apa boleh buat...bakso ini harus kuhabiskan. Namun, tak semudah itu melakukannya, karena baksonya terasa sedikit aneh di lidahku. Bersusah payah aku memakan bakso ini hingga akhirnya ada kuah yang tumpah, WADUW...aku malu... Dan tak berhenti sampai disitu, karena setelah aku mengelap kuah yang tumpah...aku kembali menjatuhkan bakso ke lantai...TAMBAH MALU AKU..

Sekitar pukul 11.30, kami pun memutuskan untuk segera berangkat.Awalnya sih Ayib pengen ngajak aku ketemu sama ibunya dulu, namun setelah ditimbang-timbang...akan lebih baik jika bertemunya setelah dari WBL, sore-sore nanti lah...biar adem..sapa tau kalau hawa adem maka hati jadi ikut adem,itulah pikirku,Wekekekekekkeke.....

Perjalanan pun dilaluidengan mulus walau panas terik mentari tak pernah menyerah menyertai kami. Namun, alangkah terkejutnya aku saat di parkiran banyak sekali kendaraan. WAH....kalau diparkiran ajah dah banyak kendaraan apalagi di dalam..pasti banyak sekali orang yang main di WBL. Tapi karena sudah sampai tempat tujuan maka kubulatkan tekad untuk tetap masuk ke WBL.
Meta lah yang bertugas membeli tiket untuk kami berempat. HTM nya 40ribu rupiah. Yah.....lokat penjualannya ndak sepi koq cuma Mbak nya ajah yang rada judes. Hm...maklum lah...aku bisa merasakan perasaanya, saat semua orang sedang libur bersama sanak keluarga, dia malah harus tetep masuk kerja menjual tiket. Nasib,...nasib...
Di WBL ternyata banyak sekali orang yang mengantri, bisa dikatakan semua wahana benar-benar padat. Karenanya kami harus membuat skala prioritas mengenai apa yang harus kami naiki. Inilah daftar wahana dan permainan yang ingin Aku dan Ayib kunjungi:
- Rumah kucing
- Tabana
- Tembak ikan
- Paus dangdut
- Taman air
- Texas city
Saat main wahana tembak ikan, ada ibu-ibu yang menyerobot antrianku, mana si ibu itu nuduh aku yang nyerobot antrian, ya..reflek ajah aku bilang kalau dari tadi aku sudah mengantri dibelakang mas-mas yang pakek baju coklat, n mas-mas itu juga mengiyakan, tapi si ibu tetap sajah menyerobot dengan gerombolan anak dan saudaranya..yah..gimana lagi, tuh ibu dasar gak tau malu yah!!dah salah gak minta maaf eh..malah diterusin..hm...gak habis pikir deh, gimana nasib Indonesia ini kalu orang-orangnya seperti ibu tersebut..Ck..ck..ck..SURAM >.< Namun, meski tidak menyenangkan pada awalnya...ternyata naik wahana ini asyik juga..Karena kita bisa berbasah-basah ria. Rules of the game itu sih harusnya kita nembak pasukan hiu dengan tembak air dan pasukan hiu pun akan menembaki kita dengan air. Namun, mas-mas yang baju coklat tadi dengan gerombolannya malah menemaki kami (Aku dan Ayib) hingga dari atas sampai bawah kamipun basah kuyup dan menjadi tontonan banyak orang. Aku sih gak dendam sama mas itu, malah seneng soalnya jadi seger.
Sekitar pukul 2.00 kami pun sholat di Musholah kemudian berangkat menuju Dalegan (pantai dekete rumahnya ELin di Panceng). Disini pun rame nya Masya Allah.. Pantai yang dulunya sepi dan enak dibuat menenangkan hati dan pikiran,jadi ruame seru...sehingga banyak sampah yang berserakan, padahal masuknya bayar loh, Rp5ribu untuk dewasa dan Rp.3ribu untuk anak-anak. Aku sama Ayib hanya duduk-duduk sambil bermain pasir hingga waktu menunjukkan pukul 4 kurang. Dan kami pun memutuskan untuk pulang karena perut sudah keroncongan dan langit pun mendung. Aku sama Ayib memutuskan untuk membeli bakso. Namun Meta sama Sandi nggak mau makan bakso lagi, mereka memilih untuk mencari nasi goreng. Oleh karena itu, kami pun berpisah jalan. Aku sama Ayib akhirnya makan bakso di daerah sekitar panceng gitu. Tapi kali ini baksonya nikmat. ndak kayak yang tadi :P
Sebelum pulang, kami mampir dulu di rumahnya Ayib untuk bertemu orang tuanya. WADUH..bingung aku...NDE-RE-DEG pisan euy.. Akhirnya akupun bertemu dengan ibu,ayah, kakak, serta adik nya Ayib. Benar-benar mebuatku bingung untuk berkata-kata, jadi dari tadi aku diam membisu, dan baru waktu ditanya aku pun menjawab. Yah..semoga mereka menerimaku..AMIN.. Setelah itu, kami pun menuju rumah Mbaknya untuk mengambil mangga muda kemudian pulang ke rumah.. HM....benar-benar melelahkan...
