26 September 2009
Aku merasa aneh dengan semua keadaan disekitarku..
Tiba-tiba saja aku berada di depan gedung bersama banyak anak yang lainya. Kami menggunakan seragam abu-abu putih layaknya anak SMA, padahal kan sehrausnya aku sudah kuliah. Diantara anak-anak berseragam terdapat cowokku, Ayib yang juga mengenakan seragam seperti kami. Aku bingung kami sedang apa di luar gedung itu..Tiba-tiba saja banyak ibu-ibu berseragam keluar dan anak-anak pun mendekati mereka untuk bersalaman. Setelah aku mencermati lebih lama, ternyata mereka adalah Guru-guru SMP N 1 yang dulu mengajarku sekaligus temannya mama, karenanya aku juga berkewajiban untuk menyalami dan mencium tangan mereka. Oleh karena itu, aku pun berpamitan kepada cowokku, Ayib, untuk menyalami mereka dulu.
Setelah menyelesaikan urusan salma-salaman ini, aku pun segera mencari Ayib. Namun, ternayata dia tidak ada. Aku pun menanyakan keberadaanya kepada teman-teman yang lainnya, dan mereka bilang bahwa dia sedang pergi ke laundry. Aku jadi heran, untuk apa dia pergi ke laundry..hm..untuk itu,aku pun meneleponnya, tapi satu keganjilan lagi terjadi. Aku tidak dapat meneleponnya, bukan karena tidak ada pulasa atau pun batere, tapi karena nomor nya yang tersimpan di phone bookku tidak tepat, disamping itu aku mencoba mengingat-ingat nomornya, untungnya aku ingat. Tapi, saat aku menekan nomornya selalu saja tidak bisa, dan hal itu berlangsung berkali-kali. Aku benar-benar kebingungan...
Aku pun memutuskan untuk pergi berjalan kaki mencarinya hingga tibalah aku di sebuah rumah yang sosoknya seperti rumah Mbah di Kemuteran, Sebuah rumah tua yang besar. Aku pun masuk kedalamnya dan menelusuri isinya. Setelah aku tidak mendapatkan hasil apa-apa akhirnya aku keluar dari rumah tersebut. namun, keanehan terjadi lagi,.
Aku merasa dunia luar menjadi berbeda. Semua menjadi terbalik. Rumput-rumput yang kering menjadi hijau segar. Bunga-bunga yang layu menjadi indah bermekaran. Knapa dengan dunia ini???
Aku pun tak ambil pusing karena satu hl terpenting di pikiranku saat ini adalah mencari Ayib. Namun..hal itu tak pernah terlaksana karena akhirnya aku terbangun..
Tapi tetapada satu tanya dipikiranku..
Mengapa dimimpiku dia pergi begitu saja tanpa pesan dan tidak dapat kuhubungi..
Aku merasa aneh dengan semua keadaan disekitarku..
Tiba-tiba saja aku berada di depan gedung bersama banyak anak yang lainya. Kami menggunakan seragam abu-abu putih layaknya anak SMA, padahal kan sehrausnya aku sudah kuliah. Diantara anak-anak berseragam terdapat cowokku, Ayib yang juga mengenakan seragam seperti kami. Aku bingung kami sedang apa di luar gedung itu..Tiba-tiba saja banyak ibu-ibu berseragam keluar dan anak-anak pun mendekati mereka untuk bersalaman. Setelah aku mencermati lebih lama, ternyata mereka adalah Guru-guru SMP N 1 yang dulu mengajarku sekaligus temannya mama, karenanya aku juga berkewajiban untuk menyalami dan mencium tangan mereka. Oleh karena itu, aku pun berpamitan kepada cowokku, Ayib, untuk menyalami mereka dulu.
Setelah menyelesaikan urusan salma-salaman ini, aku pun segera mencari Ayib. Namun, ternayata dia tidak ada. Aku pun menanyakan keberadaanya kepada teman-teman yang lainnya, dan mereka bilang bahwa dia sedang pergi ke laundry. Aku jadi heran, untuk apa dia pergi ke laundry..hm..untuk itu,aku pun meneleponnya, tapi satu keganjilan lagi terjadi. Aku tidak dapat meneleponnya, bukan karena tidak ada pulasa atau pun batere, tapi karena nomor nya yang tersimpan di phone bookku tidak tepat, disamping itu aku mencoba mengingat-ingat nomornya, untungnya aku ingat. Tapi, saat aku menekan nomornya selalu saja tidak bisa, dan hal itu berlangsung berkali-kali. Aku benar-benar kebingungan...
Aku pun memutuskan untuk pergi berjalan kaki mencarinya hingga tibalah aku di sebuah rumah yang sosoknya seperti rumah Mbah di Kemuteran, Sebuah rumah tua yang besar. Aku pun masuk kedalamnya dan menelusuri isinya. Setelah aku tidak mendapatkan hasil apa-apa akhirnya aku keluar dari rumah tersebut. namun, keanehan terjadi lagi,.
Aku merasa dunia luar menjadi berbeda. Semua menjadi terbalik. Rumput-rumput yang kering menjadi hijau segar. Bunga-bunga yang layu menjadi indah bermekaran. Knapa dengan dunia ini???
Aku pun tak ambil pusing karena satu hl terpenting di pikiranku saat ini adalah mencari Ayib. Namun..hal itu tak pernah terlaksana karena akhirnya aku terbangun..
Tapi tetapada satu tanya dipikiranku..
Mengapa dimimpiku dia pergi begitu saja tanpa pesan dan tidak dapat kuhubungi..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar