Selasa, 26 Mei 2020

Corona - COVID19

Wabah yang melanda seluruh dunia. Berawal dari Cina hingga menyebar sampai pada Indonesia.Tidak pernah terbayangkan sampai dengan seperi sekarang keadaanya. Dulu saat virus tersebut mulai melanda dunia dan Indonesia belum terkena, Indonesia menyepelekannya. Dibilang orang Indonesia kebal dan segala macem, namun ternyata semakin hari semakin banyak orang yang dinyatakan positif terkena COVID19 ini.

Hingga sampai sekarang jumlah kasus COVID sbb :

Ringkasan kasus
IndonesiaIndonesia
Dikonfirmasi
23.165
+415
Sembuh
5.877
Meninggal Dunia
1.418
+27
Seluruh duniaSeluruh dunia
Dikonfirmasi
5,54 jt
+100 rb
Sembuh
2,27 jt
Meninggal Dunia
348 rb
+4.342
*)Tanggal 27 Mei 2020 (https://www.google.com/search?client=firefox-b-d&q=data+kasus+corona+di+indonesia) 

Padahal tadinya diprediksi kasus COVID ini akan menurun di Bulan Mei dan akan mulai recovery, namun fakta berkata lain. Masyarakat banyak yang bandel. PSBB (Pembatasan Sosila Berskala Besar) pun tidak berjalan dengan optimal.

Akibat COVID ini yang paling kurasakan:
  1. Bulan Ramadhan seperti tidak terasa, walaupun puasa, kami tidak dapat melaksanakan sholat tarawih berjamah di masjid
  2. Lebaran seperti tidak terasa, tidak diperbolehkan mudik membuat hari-hari berlangsung seperti hari biasa. Sanak saudara yang tinddal jauh tidak bisa pulang, Suamiku sendiri juga tidak bisa puang karena tidak adanya pesawat penerbangan komersial yang beroperasional. Begitu pula dengan adik-adiku yang berdomisili di Balikpapan dan Bogor.
  3. Nasabah banyak yang tidak membayar kewajiban
  4. Realisasi menjadi berkurang drastis
  5. Kebijakan OJK untuk Restruk COVID
  6. Banyaknya Nasabah KPR yang mengajukan restrukturisasi
  7. WFH (Working from home), walau aku sangat sedikit merasakannya
  8. Jam kerja yang berkurang, masuk jam 08.00, pulang jam 16.00
  9. Tidak boleh makan di tempat, harus take away
  10. Gojek gak boleh bawak penumpang, hanya boleh mengantarkan makanan
  11. Masker dan Handsanitizer sudah jadi perlengkapan sehari-hari
  12. Sekolah diliburkan, walau tidak libur beneran karena masih ada tugas yang diberikan secara online, namun harus diakui bahwa sistem pembelajaran seperti ini tidak berjalan dengan optimal.

Semoga wabah ini segera usai dan kondisi kembali seperti sedia kala. Aamiin,,,