

Deri dan Tiwi merupakan temen deketku waktu kuliah dulu. Masuk kelas yang sama saat pertama kali kuliah, dan berlanjut dengan kuliah bareng, ngerjain tugas bareng, merancang KRS bareng, bahkan kelompok-an pun selalu bareng sampai akhir semester. Semua karena kita merasa cocok satu sama lain, namun sayang..ada yang aku sesalkan, yakni saat wisuda kita malah tidak bisa bebarengan. Hal inilah yang mengganjal hatiku sampai saat ini.
Sekarang pun kita bertiga tidak pernah komplit bertemu, karena Deri sudah bekerja di BNI Jakarta, sedangkan Tiwi di Sidoarjo dan sibuk dengan kegiatannya serta aku di Gresik. Namun, akhirnya kesempatan untuk kumpul bertiga datang juga. Saat liburan Natal, Deri pulang ke Surabaya, dia pun menggagas untuk kumpul-kumpul bertiga. Semua pun Ok, dan pertemuan diadakan di TP, Minggu, 26 Desember 2010.
Pagi-pagi jam setengah 9 aku berangkat ke Surabaya. Rencananya, Tiwi bakal mampir dulu ke kos ku (mantan kos sih sebenarnya), nebeng di kamarnya adikku, Meta. Lalu kita berdua bakal dijemput Deri dan sama-sama menuju TP.
Namun aku rada telat sampai kos. Tiwi udah sampai duluan di Kos, dia dianter yayangnya (simon). Keterlambatanku gara-gara aku tidak memperkirakan mikrolet nya ngetem lama.
Sesaat setelah adzan duhur berkumandang, Deri menjemput kami.
Baru pertama bertemu setelah sekian lama membuat aku merasa canggung, namun rasa itu hilang seiring berjalannya waktu. Aku pun merasa santai brsama dengan Deri dan Tiwi.
Kami mendapat parkiran di lantai bawah, tapi setelah menunggu pemilik mobil yang sebelumnya keluar dulu. Cukup lama kami menanti sang pemilik mobil keluar, mungkin sekitar 10 menit.
Tujuan awal adalah makan-makan, karena Deri belum makan dari Pagi. Wuih kuat yah, kalau aku udah cekit-cekit, maklum udah kebiasa ada di rumah yang selalu tersedia makanan. kalau jaman masih ngekos dulu sih mungkin masih bisa nahan laper, pernah malah 2 hari gak makan gara-gara ngebut garap skripsi sampai akhirnya turun 3 kilo dan rasanya pingin pingsan.
Kita pinginnya makan di Solaria, namun karena tempatnya full, maka kami pun mencari food court. Food court pun penuh sesak, kita cuma dapet meja tanpa adanya kursi. Akhirnya diputuskan untuk sholat dulu, karena Deri belum sholat, sedangkan aku dan tiwi menunggu di toko aksesoris.
Setelah Deri kelar, kami menuju lantai bawah, tempat tujuan kami adalah Cubo-cubo. Heran deh, diatas tempat makannya pada rame tapi disini sepi-pi-pi.
Deri pun menraktir kami. Buanyak banget makannya sampai-sampai es nya gak abis karena saking kenangnya kami.
Tujuan selanjutnya adalah potoBox yang ada di pojokkan. Tapi karena banyak banget yang antri, maka keinginan berfoto harus dihilangkan.
Kami melangkah menuju toko adung-adung (toko yang menjual baju murah-murah, dijuluki adung-adung karena di toko tersebut menyetel musik sepeti disko/adung-adung).
Aku dan Deri membeli cardigan sama namun berbeda warna, toko, dan juga harga. Deri dapet warna hitam toko Top Shop dan harga yang lebih mahal dari pada yang kudapat, hal ini dikarenakan Deri yang membeli terlebih dahulu.
Setelah itu kami pun pulang, dan setelah sholat ashar aku pulang ke Gresik.
Sebenarnya kurang waktunya untuk kumpul-kumpul, tapi aku merasa lega karena akhirnya kami bisa ketemu kayak dulu lagi dan semoga hubungan kami tetap terjaga sampai punya anak- cucu nanti.











