SMP N 1 Gresik, tempat mama ngajar, mengadakan acara liburan di Batu, AgroWisata. Asik juga buat menghabiskan waktu bersama keluarga, namun yang disayangkan adalah hari pnyelenggaraannya, yakni check-in Minggu trus check-out Senin. Jadi, kita sekelurga gak bisa ikut karena hari senin papa harus kerja, meta kuliah, dan tia ada tes bahasa inggris. Akhirnya akulah yang jadi korban untuk menemani mama menginap di Agro. Tapi kita maunya diantar papa, meta, dan tia naik mobil pribadi dan baru pulang dari hotel hari Senin naik bus pariwisata. Semua pada oke-oke ajah dengan usulan ini, maka Minggu pagi tanggal 19 Desember 2010 kita berangkat menuju kota Apel, Batu.
Perjalanan lancar aman terkendali karena jalannya masih sepi, habis kita berangkatnya jam 6 kurang sih. Sampai di Batu pun sekitar jam 8. Lalu kami mampir di warung seadannya di tepi jalan karena laper belum sarapan.
Setelah perut kenyang, kami memutuskan untuk pergi ke JatimPark 2, tidak langsung ke Agro karena baru dijadwalkan check-in jam 3 sore.
Jatimpark 2 berlokasi di Jl. oro-oro ombo, deketnya Batu Night Spectacular (BNS) yang berdiri lebih dulu. Sepertinya jatimpark 2, jatimpark 1, BNS, dan Hotel Klub Bunga merupakan satu kepemilikan. Dulu, waktu aku masih duduk di bangku SMP (sekitar tahun 2000) kami sekeluarga menginap di Klub Bunga yang mayoritas tamu hotelnya adalah Chinese. Lalu muncul JatimPark, disusul BNS, dan akhirnya dilengkapi dengan berdirinya JatimPark 2.
Jatimpark 2 berfokus pada satwa, mulai dari yang hidup (di Kebun Binatang) dan yang mati (di Museum dalam bentuk diorama). Tiket masuknya pada waktu weeknd RP.50.000, ditawarkan juga paket heboh yakni terusan jatim park 2 dan jatim park 1 dengan membayar Rp.80.000, tapi rasanya gak sanggup kalau terusan gitu, mana lokasinya juga lumayan jauh. Seperti Wisata Bahari Lamongan (WBL), Jatimpark 2 juga menyediakan hotel bagi para tamu yang ingin bermalam. Konsep bangunan hotel cukup unik, yakni menyerupai pohon yang sangat besar dan di dalamnya terdapat kamar-kamar. Namun, hingga sampai saat ini bentuk hotel belum sempurna 100%, terlihat dari atap yang seharusnya berbentu dedaunan masih belum selesai, hanya rangka-rangka besi saja yang terlihat, meskipun begitu, hotel sudah bisa untuk dihuni.
Gak rugi rasanya telah mengeluarkan uang 50 ribu untuk memasuki kawasan ini. Kebun binatangnya benar-benar bagus, jauh banget sama kebun binatang surabaya (KBS). Satwanya juga terlihat sehat dan terawat. Saat pertama kali masuk kita akan disambut oleh kawanan monyet yang diletakkan dikandang kiri kanan. Monyetnya pun lucu-lucu dengan bentuk yang unik serta tingkahnya yang menggemaskan. Ada juga jenis unggas, reptil, hewan malam, hewan air, kangguru, dan macan.
Gambar 1. Di Ruang Reptil
Keterangan: Banyak akuarium yang diisi oleh ular, 1 akuarium 1 ular, tapi tidak begitu menarik
Aku juga sempat berfoto dengan ular dan orang utan, senang rasanya.
Gambar 1. Foto dengan Ular
Gambar 2. Dari kiri: aku, tito ( orang utan), tia (adiku)
Di Museum Satwa terdapat replikas kerangka dinosaurus yang dipajang ditengah ruangan (serasa ada di Museum Luar Negeri). Selain itu juga ada berbagai macam hewan baik yang sudah punah maupunyang masih ada hingga saat ini. Di Museum satwa terdapat pertunjukan boneka setiap jam 12 dan jam 1 siang. Kebetulan saat itu kami ada di dalam Museum, jadi kami menyaksikan boneka-boneka yang menari, kemudian ada yang mengajak menyanyi disertai oleh gelembung-glembung busa sabun dan aksi lampu yang berwarna-warni.

Gambar 3. Di dalam Museum Satwa
Gambar 4. Depan Museum

Gambar 5. Bersama Serangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar