Sabtu, 3 Januari 2015
Tia, adiku lagi nginep di apartemenku karena ada kartu seminarnya yang tertinggal di Gresik sehingga aku membawakanya untuk diambilnya di tempatku. Dia dateng kemarin, Jumat. Dari Bogor naik KRL turun di stasiun Juanda kemudian naik ojek ke kantorku. Setelah itu kita sama-sama ke apartemen naik busway yang sudah lama tidak aku naiki, kurang lebih sekitar 4 sd 5 bln.
Busway dulunya masih boleh beli tiket untuk sekali jalan pakek uang tunai yang ongkosnya 3.500 untuk diatas jam 7 pagi, sedangkan kurang dari jam 7 pagi tarifnya cuma 2.000. Kalau sekarang, sudah tidak boleh menggunakan uang tunai karena pihak transjakarta sebagai pengelola sudah tidak menyediakan tiket lagi. Sebagai gantinya menggunakan e ticketing yang mengharuskan kita untuk membeli kartu yang ada saldonya. Jika saldonya habis kita bisa mengisinya dengan minimal pembelian 20 ribu rupiah.
Aku tidak perlu membeli kartu e ticketing tersebut karena aku telah diberi oleh Ayib yang kurang lebih 2 minggu lalu ke Jakarta dan mampir ke apartemen untuk bersih-bersih..hahahahahaha
Aku berekspektaksi, jika sistem pembayarnya diganti mungkin ada yang diperbaiki terkait dengan bus nya. Tapi ternyata tidak. Busnya sih gitu-gitu ajah. Masih sama seperti terakhir kali aku naik.
Kami turun di halte atrium karna tujuan kami kali ini adalah plaza atrium. Aku suka kesini karena tempatnya tidak begitu besar namun apa ajah ada disini mulai dari bioskop, karaoke, tempat bermain, supermarket, tempat makan, departement store, dan tentu saja ramen yang aku suka.
Tujuan pertama kami adalah makan siang... perut sudah keroncongan ni karena dari pagi aku belum makan. Tentu saja, tujuan tempat makan kita adalah makan ramen di GOKANA. Aku memesan ramen ebi yang hot nya level 3 sedangkan tia memesan ramen curry yang original alias gak hot sama sekali yang rasanya kayak indomie kare ayam cuma beda di tampilan dan harga saja.
Ramen favoritku
Perut terisi penuh, tenaga kembali full dan siap untuk muter-muter keliling mall. Kuputuskan untuk ke Matahari Departement Store bagian anak-anak karena aku ingin membelikan haira baju dan bando.
Alhamdulillah dapat baju dan bando yang dicari. Kualitas oke, model oke, harga oke. Siiiiip deh.
Kaos terusan dengan rok jeans
Jaket kaos
Bando
Sholat pun difasilitasi dengan adanya mushola dilantai atas. Namun sayang yang tidak ada adalah ruang menyusui jadi saat payudaraku mengencang tandanya terisi full asi dan harus dipompa, maka akupun harus mencari toilet untuk memompanya. Untung ajah ini asinya kubuang karena wadah penyimpanan asi nya sudah habis. Coba bayangin, kalau asi nya untuk dikonsumsi kan tidak higienis. Lha wong mompanya di toilet. Ckckckckck
Selain shopping, agenda kami adalah karaoke dan nonton. Karaoke di inul vista. Pesenya room small untuk 2 jam. Karena penuh maka harus nunggu tapi nunggumya harus di tempat yang telah disediakan oleh pihak jnul vista. Kurang lebih setengah jam kami menunggu. Akhirnya dapat ruang juga di lantai 2 pojokan yakni ruang 14. Tapi sayang, baru sejam lebih kita nyanyi, macet lagunya. Aku pun memanggil staff inul vista. Ada mas-mas yang datang, dia merestat cpu namun tetap tidak bisa. Dia pun memanggil temenya untuk memperbaiki kerusakan ini. Temenya datang, seorang perempuan. Hal yang dilakukan juga sama yakni merestat cpu. Ya.... jelas ajah gak bisa. Proses nii berlangsung kurang lebih setengah jam hingga akhirnya kami dipindahkan di ruang 27 yang terletak di lantai 4. Kondisi perlatan di ruang ini lebih terawat dari pada yang di ruang 14 tadi. Namun ternyata lagunya kurang update. Tadi di ruang 14 aku mencari lagunya setia band yang berjudul stasiun cinta dan ada, namun di ruang 27 tidak ada. Dilayar monitor tidak tercantum waktu untuk kami karaoke. Ekspektasiku paling masih sejam lagi waktu yang kesisa tapi gak taunya masih setengah jam kita nyanyi....si staff inul vista udah memberi peringatan bahwa waktu akan berakhir.jiaaaaaaaaaaaaaah. berarti waktu mesinya eror tadi yang memakan waktu hampir setangah jam juga diitung dooong. Rugiiiiii bangeeet kalau kayak gini. Tapi ya... apa boleh buat toh saat itu jam tanganku sudah menunjukan pukul 5, waktunya sholat ashar. Kamipun memutuskan untuk menyudahi karaoke ini.
Aku dan tia di inul vista
Saat jam tanganku menunjukan pukul delapan seperempat, kami memutuskan untuk pulang.
Kami naik busway. Dan ternyata kartu yg dikasik ayib sudah abis saldonya, padahal kata ayib harhanya 40ribu. Banyak yah, masak bisa langsung abis gitu...e...gak tau nya 40 ribu itu terdiri atas harga kartu 20 ribu dan saldonya 20 ribu. Ya...terpaksa isi saldo dikartu deh.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar