7 Agustus 2010
Sabtu....
Karena tidak ada kerjaan, maka aku pun ikut papa mama ke Batu, Malang. Biasa...setiap awal bulan mama papa selalu ke Batu untuk menjenguk rumah serta menitipkan uang untuk bayar listrik dan air ke pada Bu Jumik, tetangga sebelah rumah di Batu.
Perjalanan ke Batu dimulai pukul 6 pagi, hm...pagi nian... Karena tadi berangkat belum sarapan, jadi perut keroncongan dan kami menyempatkan makan di sebuah warung makan yang namanya ternyata adalah warung lumayan. Aku sangat terkejut saat mengetahui nama warung tersebut adalah warung lumayan karena disepanjang jalan ada 3 warung yg namanya warung lumayan. Meski namanya warung lumayan, namun jagan dikira harganya lumayan murah, justru lumayan mahal, seporsi ayam lalapan yang kupesan dihargai 12ribu rupiah. Dan disini juga dijual telor bakar yang harganya juga lumayan mahal, yakni 22rribu untuk 7 buah telor. Telor bakar ini sebenarnya adalah telor asin yang terbuat dari telor bebek. Namun, karen dibakar dengan resep rahasia, jadi rasanya unik, rada sangit tapi tetep enak.
Gambar 1. Telor Bakar
Perjalanan pun berjalan lancar sampai tiba di Batu. Dan aku pun langsung berganti kostum untuk mengecat. Yup alasanku ikut hari ini ke Batu bukan hanya karena nganggur di rumah tapi juga pengen bantu papa ngecat rumah di Batu. Kasian papa, karena jari kakinya papa luka gara-gara semalem gak sngaja menginjak pot dan darah pun berceceran, aku aja sampai ngeri ngeliatnya, bayangkan kalau papa yang kakinya luka seperti itu kudu ngecat dewean, gak tega.
Pertama yang dicat adalah balkon bagian luar, karena bagian dalam sudah dicat bulan kemarin. Kebayangkan caranya ngecat balkon bagian luar, kita kudu mbungkuk-bungkuk karena ngecatnya dari dalam balkon. Setelah balkon selesai dicat, objek berikutnya adalah pagar. Dan karena papa udah agak kecapekan jadi cuma aku yang ngecat pagar yang kemudian difinising oleh papa. Ya...lumayan lah jadinya
Gambar 2. Hasil Karyaku
Pulang dari Batu pukul setengah empat sore. Perjalanan pun lancar hingga sampai di daerah KEJAPANAN. Macet banget, mobil kudu jalan merambat. Begitu juga di daerah PORONG, mobil tetap merambat. Jalan mulai lancar saat masuk tol. Akhirnya kami pun sampai rumah sekitar jam 8 malam. Dan badan pun capek-capek rasanya.
Gambar 3. Pemdangan dari Balkon
Gambar 4. Pegununan Diselimuti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar