Ni malem-malem ni aku entrinya tapi masih di kantor...Biasa, lagi sumpek dan pengen mencurahkan isi hati, pikiran, jiwa, dan raga nie...
Berkas yang harus aku kerjain banyak banget, mana ditambah limpahan berkas dari cabang pembantu, hiks.. O y, sebelumnya pada gak tau ya, kalau aku sekarang bekerja di salah satu bank pemerintah tapi di unit usaha yang berbasis syariah. Aku ditempatkan sebagai "Junior Commercial Analyst" yang berada di kantor cabang Jakarta Harmoni. Job Desc utama sih sebenarnya menagalisa pembiayaan. Tapi yang namanya bekerja ya..pasti ajah kerja tambahan yang sifatnya administratif.
Sebenarnya suana kerja sih nyaman buatku, nyantai, bahkan terlalu santai terkadang tapi kalau udah ada kerjaan bisa jadi sebarek-abrek tapi rada-rada gak jelas berkasnya itu. Didukung oleh teman kerja yang sudah seperti teman sendiri, bahkan dengan senior pun seperti teman main saja, sering bercanda dan ledek-ledekan, sampai pernah temanku seangkatan yang dari Yogjakarta datang berkunjung menjadi heran dengan sikap kami (antara senior dengan junior seperti tidak ada rasa sungkan, kalau di Yogja junior pasti akan segan dengan senior, hormat, tunduk, dan patuh). Walaupun pernah beberapa kali ledekanya terlalu menusuk hati sehingga aku pun tak kuasa membendung air mata ini. Walaupun sering mengusuli aku dan pernah mebuatku menangis, tapi sebenarnya mereka adalah orang-orang yang baik, itu yang kurasakan.
Yang membuatku menjadi sedih, yakni pada satu bulan aku tidak ada akad sama sekali, ataupun tidak ada pencairan sama sekali, benar-benar membuatku frustasi. Karena kami diberi target untuk tiap periodenya. Dan aku melihat seniorku bekerja keras untuk mencapi target tersebut, tapi aku sendiri bingung bagaimana bisa membantu mereka. Entahlah.... Aku tidak suka dengan diriku yang seperti ini.
Terkadang aku bingung sendiri, mengapa aku bisa ditempatkan di kantor cabang besar yang berlokasi di Ibu Kota pula, di kota Metropolitan yang katanya tidak pernah tidur. Padahal aku sebenarnya hanya ingin bekerja di tempat yang dekat dengan mama-papa di Gresik, yakni paling jauh Surabaya lah..tapi apa mau dikata, ini sudah merupakan garis takdirku. Aku harus legowo menerimanya. Kadang aku merasa sendirian, kadang juga aku merasa bosan dan ingin kabur saja dari semua ini untuk kembali kepada orang-orang yang kucintai, tapi kalau itu yang kulakukan maka itu akan membuat mama papa menjadi sedih, padahal aku ingin sekali membahagiakan mama papa dengan membuat mereka bangga akan diriku. Entah mengapa aku menjadi melankolis dan gampang menitikan air mata jika teringat akan papa dan mama di rumah, seperti saat ini, genangan air mata sudah memenuhi bola mataku. Tapi aku menahannya agar jangan sampai menetes. Aku juga hanya ingin menyembunyikan kesedihanku ini seorang diri, jangan sampai mama dan papa menjadi kuatir dengan keadaanku. Aku berharap semoga semua ini akan menjadi lebih baik, karena aku percaya bahwa roda itu akan selalu berputar, rasanya saat ini aku berada pada titik bawah dan aku percaya bahwa sebentar lagi aku pasti akan berada pada titik yang lebih tinggi. Semoga ya Allah, AMIN..
Aku hanya ingin bahagia, dan juga membahagiakan orang tuaku..

Ditambah lagi, pacarku, Ayib, dia harus pergi jauh dari sisiku, yakni ke Medan. Tak pernah aku bayangkan kalau dia harus pergi ke Medan dalam jangka waktu yang lama yakni kurang lebih 6 bulan untuk OJT (On The Job Trainning) di Pertamina. Aku gak tau harus gimana, kenapa semakin lama kita terpisah semakin jauh... Padahal aku dulu hanya ingin bersama membina keluarga kecil yang bahagia, dimana setiap aku bangun tidur dan membuka mata, sosoknya selalu ada disampingku, menemaniku selalu. Tapi aku tidak tau lagi apa yang harus aku lakukan kalau dia nantinya di tempatkan di kota yang sangat jauh dariku.
Akhirnya yang dapat menguatkanku hanyalah Engkau ya Allah..Aku hanya bisa bergantung padaMu, aku hanya bisa meminta kepadaMu dan menumpahkan segala sesak di dadaku ini hanya kepadaMu. Jadi ya Allah, tolong jangan tinggalkan aku...Dan lindungilah aku selalu beserta orang-orang yang kucintai.
Yang menguatkanku yakni aku percaya bahwa apa yang kau gariskan dan terjadi dalam hidupku ini adalah yang terbaik bagiku, karena engkau ya Allah yang lebih mengerti dari pada aku.
Apa yang aku inginkan belum tentu yang terbaik bagiku, hanya Engkau ya Allah, Tuhan yang Maha Mengetahui

Sebenarnya suana kerja sih nyaman buatku, nyantai, bahkan terlalu santai terkadang tapi kalau udah ada kerjaan bisa jadi sebarek-abrek tapi rada-rada gak jelas berkasnya itu. Didukung oleh teman kerja yang sudah seperti teman sendiri, bahkan dengan senior pun seperti teman main saja, sering bercanda dan ledek-ledekan, sampai pernah temanku seangkatan yang dari Yogjakarta datang berkunjung menjadi heran dengan sikap kami (antara senior dengan junior seperti tidak ada rasa sungkan, kalau di Yogja junior pasti akan segan dengan senior, hormat, tunduk, dan patuh). Walaupun pernah beberapa kali ledekanya terlalu menusuk hati sehingga aku pun tak kuasa membendung air mata ini. Walaupun sering mengusuli aku dan pernah mebuatku menangis, tapi sebenarnya mereka adalah orang-orang yang baik, itu yang kurasakan.
Yang membuatku menjadi sedih, yakni pada satu bulan aku tidak ada akad sama sekali, ataupun tidak ada pencairan sama sekali, benar-benar membuatku frustasi. Karena kami diberi target untuk tiap periodenya. Dan aku melihat seniorku bekerja keras untuk mencapi target tersebut, tapi aku sendiri bingung bagaimana bisa membantu mereka. Entahlah.... Aku tidak suka dengan diriku yang seperti ini.
Terkadang aku bingung sendiri, mengapa aku bisa ditempatkan di kantor cabang besar yang berlokasi di Ibu Kota pula, di kota Metropolitan yang katanya tidak pernah tidur. Padahal aku sebenarnya hanya ingin bekerja di tempat yang dekat dengan mama-papa di Gresik, yakni paling jauh Surabaya lah..tapi apa mau dikata, ini sudah merupakan garis takdirku. Aku harus legowo menerimanya. Kadang aku merasa sendirian, kadang juga aku merasa bosan dan ingin kabur saja dari semua ini untuk kembali kepada orang-orang yang kucintai, tapi kalau itu yang kulakukan maka itu akan membuat mama papa menjadi sedih, padahal aku ingin sekali membahagiakan mama papa dengan membuat mereka bangga akan diriku. Entah mengapa aku menjadi melankolis dan gampang menitikan air mata jika teringat akan papa dan mama di rumah, seperti saat ini, genangan air mata sudah memenuhi bola mataku. Tapi aku menahannya agar jangan sampai menetes. Aku juga hanya ingin menyembunyikan kesedihanku ini seorang diri, jangan sampai mama dan papa menjadi kuatir dengan keadaanku. Aku berharap semoga semua ini akan menjadi lebih baik, karena aku percaya bahwa roda itu akan selalu berputar, rasanya saat ini aku berada pada titik bawah dan aku percaya bahwa sebentar lagi aku pasti akan berada pada titik yang lebih tinggi. Semoga ya Allah, AMIN..
Aku hanya ingin bahagia, dan juga membahagiakan orang tuaku..
Ditambah lagi, pacarku, Ayib, dia harus pergi jauh dari sisiku, yakni ke Medan. Tak pernah aku bayangkan kalau dia harus pergi ke Medan dalam jangka waktu yang lama yakni kurang lebih 6 bulan untuk OJT (On The Job Trainning) di Pertamina. Aku gak tau harus gimana, kenapa semakin lama kita terpisah semakin jauh... Padahal aku dulu hanya ingin bersama membina keluarga kecil yang bahagia, dimana setiap aku bangun tidur dan membuka mata, sosoknya selalu ada disampingku, menemaniku selalu. Tapi aku tidak tau lagi apa yang harus aku lakukan kalau dia nantinya di tempatkan di kota yang sangat jauh dariku.
Akhirnya yang dapat menguatkanku hanyalah Engkau ya Allah..Aku hanya bisa bergantung padaMu, aku hanya bisa meminta kepadaMu dan menumpahkan segala sesak di dadaku ini hanya kepadaMu. Jadi ya Allah, tolong jangan tinggalkan aku...Dan lindungilah aku selalu beserta orang-orang yang kucintai.
Yang menguatkanku yakni aku percaya bahwa apa yang kau gariskan dan terjadi dalam hidupku ini adalah yang terbaik bagiku, karena engkau ya Allah yang lebih mengerti dari pada aku.
Apa yang aku inginkan belum tentu yang terbaik bagiku, hanya Engkau ya Allah, Tuhan yang Maha Mengetahui
Tidak ada komentar:
Posting Komentar