Kejadian hari kamis, 27 juli 2017
Di kantor cabangku saat ini dipimpin oleh seorang ibu-ibu. Orangnya rempong, panikan, emosian, sensi. Entah apa yang menyebabkan hari ini dia begitu sensi. Tingkatnya kesensiannya itu menurutku sudah diluar batas.
Ceritanya...sore hari menjelang maghrib datanglah tamu yang merupakan nasabah prima pembiayaan dan dana di kantor cabang kami. Beliau sendiri yang menyediakan waktu pertemuan sore, bahkan katanya akan ditunggu sampai jam berapa pun.
Sampai sholat maghrib berjmaah selesai, tamu tsb belum juga pulang. Dan kerena dari sehari senin hingga rabu aku pulang malam terus, yakni berturut-turut jam 10 lebih, jam 10 kurang, jam setengah 8, maka hari ini aku memutuskan untuk pulang lebih awal yakni setelah maghrib sekitar jam setengah 7. Badanku terasa capek, apalagi saat ini aku sedang hamil 22 minggu.
Ternyata sampai di rumah, aku mendapat whattsup dari si ibu pimpinan yang menyatakan bahwa beliau marah karena mendapati aku dan bu delwina (atasan langsungku) sudah pulang. Aku bisa paham kenapa bu delwina juga pulang, karena dari senin sampai rabu...bu delwina juga pulang di jam yang sama seperti aku, dan kondisi kesehtan bu delwina memang tidak baik. Si ibu pimpinan bilang kalau masih banyak pekerjaan yang belum selesai. Pekerjaan yang mana ya yang dimaksud itu? Karena sebelum pulang, semua memo sudah aku selesaikan dan aku taruh di meja sekretaris karena si sekretaris pun sudah pulang, dan di ruang si ibu pimpinan sedang ad tamu.
Ternyata pagi nya.... aku mendapati memo-memo ku dikembalikan ke mejaku tanpa di tanda tangani. Padahal memo nya hanya untuk pendebetan kewajiban nasabah pembiayaan. Aku jadi gak habis pikir, pimpinan macam apa yang bersikap seperti itu, sangat kenakak-kanakan,. Kalau disuruh mengerti dan memahami, maaf saja.... aku tidak bisa. Pimpinan yang tidak pernah memberikan coaching, bertindak emosional, suka panik, lebay (membesar-besarkan masalah), suka membicatakan orang (bahkan tak jarang fisik), tapi merasa dia telah memberikan role model (contoh yang baik).
Ya... aku cuma bisa berdoa semoga Allah membukakan pikiranya, dia dapat instropeksi diri, dan menjadi pimpinan yang dapat menjadi panutan...amiiiiiiiin....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar