Jumat, 16 Maret 2018

HIJRAH KE SURABAYA

Maret ini akhirnya aku pergi dari Jakarta untuk pindah ke Surabaya,

Jakarta yang padat, ramai, sepi hanya saat lebaran saja, serta aku yang tidak pernah betah untuk tinggal disana.

Aku masuk ke Surabaya, yang dekat dengan rumah sehingga setiap hari dapat bertemu dengan anak-anaku tercinta

Mungkin karena aku masih baru disni, jadi semua terasa asing, meskipun aku asli daerah sini. Dengan orang-orangnya, dengan cara kerjanya, semua berbeda. Aku jadi tertawa sendiri dan merasa konyol ketika aku kangen dengan Jakarta, kota yang kubenci, kota yang selama 6 tahun lebih menjadi bagian hidupku. Aku merindukan teman-teman kantor disana, sampai aku mengisi pilihan lokasi outbond yang sebenarnya aku tidak boleh ikut. Sampai akhirnya aku left grup karena aku merasa sudah tidak menjadi bagian mereka.

Sementara suamiku, yang dulunya di Batam malah pindah ke Jakarta. Yak Jakarta, sekali lagi membuat aku merasa sedih, walaupun ada hikmahnya, jarak dengan rumah jadi semakin dekat.

 Disni aku merasa dibiarkan, tidak ada arahan khusus. Atasan langsung yang terlalu santai, Kepala Cabang yang maunya main aman. Serta aku tidak tau kenapa tapi setiap bicara denganku, matanya tidak pernah menatap langsung mataku. Entah apa alasanya. Sementara ini aku akan menunggu dan mengamati, wait n see.

Aku harus move on dan segera beradaptasi dengan lingkungan disni. Bismillah, selama ada Allah, semua akan baik-baik saja. Bismillah aku memilih jalan yang tepat dengan keputusanku ini, tidak jadi resign dan mengambil opsi untuk pindah ke Surabaya, amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar