Masih dalam nuansa lebaran ni,,,, dan di weekend kali ini kami memutuskann untuk refreshing ke Batu, yakni di Daerah Coban Talun. Awalnya sih iseng cari hotel di platform traveloka tapi gak nemu hotel yang cocok karna harga ataupun pilihanya tinggal sedikit, yah maklum yah karna cari nya pun kan mmendadak. Akhirnya kucoba di Agoda untuk pertama kalinya dan kutemukan "Pagupon Camp", yang berada di Daerah Coba Talun. Karna menurutku harganya lumayan murah serta kamar yang tersisa juga ada 3 dalam tipe yang sama, dengan persetujuan suami akhirnya kubooking lah.
3 kamar tersebut untuk :
- Kamar 1 : Aku, suami, anak2
- Kamar 2 : Mama, Tia (adiku)
- Kamar 3 : Umi (ibu mertua), lilis (adik ipar), ali (suami adik ipar), dan ponakan kembar yang masih setahun
Perjalanan menuju Batu dari Gresik penuh perjuangan karna kami tidak tahu jika exit tol singosari ditutup, akhirnya kami keluar di exit tol pakis. Kurang lebih sejaman kami harus menempuh perjalanan dari Malang sampai ke Batu. Kalau ditotal-total perjalanan dari Gresik ke Lokasi kami tempuh kurang lebih 4 jam, uwow.... kalau jalanan normal sih kita sudah sampe ke Solo.
Kami sampai di lokasi dengan diiringi hujan gerimis, lumayan basah sih jaddinya,, soalnya jarak dari depan hingga ke kamar hotelnya lumayan jauh.
kamar hotel kami berjejeran dan berlokasi paling belakang.
Untuk konsep hotelnya sebenernya sih bagus, apalagi dengan dikelilingi tanaman yang asri, namun sangat disayangkan untuk perawatan dan kebersihanya. Dapat dijumpai tumpukan sampah di tong sampah dan juga bungkus plastik, putung rokok yang berada di sisi samping kamar.. Kalau dilihat sih ini karna kurang personil, apa karna efek pandemi kemaren yah, entah lah. Kalau untuk anak-anak sih tidak terlalu berdampak masalah kebersihan ini, buktinya ngeliat kolam renang yang kotor ajah mereka masih mau untuk berenang.
Pemandangan dari hotel ini pun cukup bagus, berikut salah satunya:
Lokasinya juga tak jauh dari air terjun Coba Talun. Karenanya, keesokan harinya, pagi-pagi sekali sekitar pukul 6 pagi, aku, Tia, serta Haira (anak pertamaku) memutuskan untuk pergi ke air terjun Coba Talun. Walau terbilang tak terlalu jauh, namun jalan yang ditempuh untuk sampai kesana cukup menantang, karena harus melalui jembatan kayu yang sepertinya sudah lama berdiri, kemudian melintasi hutan pinus, lalu jalan yang curam, serta rintangan terakhir adalah tanggal yang terbuat daari tanah dengan dibatasi oleh bambudisisi tepinya.
Gak nyesel sih walau harus menempuh perjalanan yang menantang, karna sampainya di air terjun, kami istirahat sebentar untuk menikmati indah dan sejuknya air terjun sambil makan indomie godog pakek telor ditembah dengan kopi jahe anget, mantep lah....
Oh ya tak lupa akupun selfie dong dilokasi camp:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar