Selasa, 16 November 2021

Pagi yang rempong

 Pagi ini, ayip udah berangkat duluan, dia berangkat subuh karna ad acara sepedaan, aku pun nanti sore misal tidak hujan, akan ad acara lari di lapangan thor seperti biasanya,

Untuk itu, pagi ini aku harus berangkat sendiri, ga bisa naik mobilku karna mobilku ditaruh garasi, tukeran sama mobil mama yang ditaruh depan rumah buat jaga2 kalau fatih ke sekolah pasha tapi lagi hujan kondisinya.

Aku pun pergi dengan gocar, yang ovonya tentu aja minta diisiin ayip dong, untuk itu aku inisiatif untuk bawak kartu etol agar nanti g susah cari uang cash bayar ke pak sopirnya, selain itu juga konektor maskerku ada didalam mobilku. Maka aku pun yang sudah rapi siap berangkat, pergi ke garasi untuk ambil etoll dan juga konektor masker, susah banget ternyata, sempet kejepit karna ukuran mobil xpander in lebih lebar dari jazz ataupun mobilio, namun akhirnya berhasil kudapat etoll dan juga konektor, namun alhadil celana yang kupakai warna krem jdi kotor semua dan itu nampak jelas,

Akhirnya aku harus ganti celana, dan bingung mau pakek celana apa,

Mau pakek celana warna krem uniqlo yg kayak rok tapi kok atasnya aku gombrong, g matching lah, trus mau pakek kulot kok cingkrang hadeuh, akhirnya pakek celana pinsil warna item deh.

Oh ya kerempongan juga terjadi karna sifa minta didulang makan rawon, trus minta dimandiin juga, padahal si pak grab udah sampe di depan rumah, hahahaha


Rabu, 16 Desember 2020

HP ku kepenuhan

 Hari ini aku cek WA Messenger loading terus, seperti eror, lalu aku cek di sisa memory penyimpanan HP ku yang ternyata hampir pebuh, terisi 60 GB dari total kapasitas 64 GB.

Aku pun langsung menghapus vidoo serta poto yang sudah tidak diperlukan, tapi tetap saja tidak terlalu berpengaruh terhadap kapasitas memory. Selanjutnya, aku memeriksa aplikasi dan besar penyimpanan data dari masing-masing aplikasi tersebut. Ternyata,,,, telegram memiliki kapasitas paling besar, yaitu 30 GB. Langsung saja aku hapus telegram, dan benar saja, memory HP ku langsung bertambah 30 GB.

Jadi sekarang kalau mau nonton pilm ataupun drakor, harus menggunakan komputer ataupun laptop, hiks


Senin, 07 Desember 2020

THE LAST MONTH OF THIS YEAR - 2020 "DECEMBER"


 Saat ini sudah memasuki bulan Desember...

Bulan paling akhir dari 12 Bulan yang ada.

Tak terasa 2020 akan segera berlalu, akan datang tahun 2021 yang menjadi harapan bagi seluruh orang setalah apa yang ada di tahun 2020 ini, mulai dari awal tahun ada banjir besar yang melanda, dan disusul oleh adanya virus COVID-19 yang membuat lumpuh perekonomian serta berubahnya sistem yang ada, yakni diberlakukanya sistem WFH (Work From Home). Awalnya sistem WFH diberlakukan bagia setiap karyawan, namun seiring berjalanya waktu, WFH diperuntukan bagi kondisi tertentu seperti :

  1. Wanita hamil
  2. Wanita menyususi
  3. Sedang sakit
  4. Hasil rapid reaktif 
  5. Positif COVID

Sistem pendidikan pun ikut terdampak, para siswa tidak datang ke sekolah, melainkan proses belajar mengajar  dilakukan secara daring (online), bahkan anak TK pun juga harus menggunakan sistem tatap muka online. Sidang dan wisuda pun dilakukan secara online. 

Selain itu adanya protokol kesehatan yang diberlakukan ditempat umum, seperti:

  1. Jaga jarak (Phisical distancing) sejauh 1 meter, yang prakteknya susah untuk dilakukan
  2. Menghindari kerumunan, maksimal 20 orang dalam satu ruang. 
  3. Untuk toko maupun restoran dan kendaraan umum hanya boleh diisi dengan kapasitas maksimal 50%.
  4. Jika masuk suatu tempat umum wajib untuk diukur suhunya, jika mencapai 37.5 derajat celcius ataupun lebih, jika lebih maka tidak boleh masuk,dan juga harus cuci tangan pakek sabun atau menggunakan hand sanitizer dan masker.

Untuk no.4 lucunya jika diukur suhu tubuh dan mencapai 37,5 derajat celcius maka biasanya disuruh untuk mendinginkan badan terlebih dahulu dan bisa diukur kembali. 

Naik pesawat dan kereta api harus menunjukan hasil rapid test yang non reaktif.

Selama pandemi terjadi, banyak memakan korban,,, Pak Herry Fit dan Pak Eko Daniel yang terlihat sehat-sehat saja, tiba-tiba dipanggil Allah SWT. Benar-benar tidak disangka. Begitu cepat prosesnya. Pak Alex pun sempat terkena virus COVID ini, namun Alhamdulillah Beliau dapat pulih.

Saat ini suamiku juga sedang terkena virus ini, dinyatakan positif setelah melakukan tes SWAB, Alhamdulillah nilai CT masih lumayan tinggi, dia angka 32 sehingga tidak merasakan gejala seperti demam, pusing, lemas, dll, namun tetap sesuai prosedur harus melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Bismillah semoga segera pulih.



Jumat, 17 Juli 2020

NEW NORMAL, APAKAH SUDAH NORMAL?

Indonesia kali ini sudah memasuki era baru terkait dengan apadanya pandemi COVID19. PSBB di daerah-daerah sudah berakhir, begitu juga di Surabaya. Namun virus COVID19 belum hilang dan masih menyebar. Oleh karenanya, pemerintah menerapkan protokol New Normal. 

Definisi new normal menurut Pemerintah Indonesia adalah tatanan baru untuk beradaptasi dengan COVID-19.

Baca selengkapnya di artikel "Arti New Normal Indonesia: Tatanan Baru Beradaptasi dengan COVID-19", https://tirto.id/fDB3
 New Normal bukan berarti komdisi normal, namun beraktivitas layaknya saat kondisi normal dengan protokol baru untuk menghindari penyebaran COVID19.

Protokol yang wajiba dijalankan adalah:
  1. Jaga jarak kurang lebih 1 meter
  2. Selalu pakek masker
  3. Gunakanan hand saniotizer atau cuci tangan dengan sabun sesering mungkin
  4. Jangan bergerombol
Kurang lebih seperti itu peraturanya,,,
Terhitung sudah 4 bulan pandemi ini berdampak di Indonesia, yakni mulai Maret, namun penyebaranya pun masih ada, terutama di wilayah jawa timur yang merupakan daerah terjangkit COVID dengan jumlah tertinggi seIndonesia, sampai-sampai zonanya menjadi zona hitam





Definisi new normal menurut Pemerintah Indonesia adalah tatanan baru untuk beradaptasi dengan COVID-19.

Baca selengkapnya di artikel "Arti New Normal Indonesia: Tatanan Baru Beradaptasi dengan COVID-19", https://tirto.id/fDB3
Definisi new normal menurut Pemerintah Indonesia adalah tatanan baru untuk beradaptasi dengan COVID-19.

Baca selengkapnya di artikel "Arti New Normal Indonesia: Tatanan Baru Beradaptasi dengan COVID-19", https://tirto.id/fDB3

Selasa, 26 Mei 2020

Corona - COVID19

Wabah yang melanda seluruh dunia. Berawal dari Cina hingga menyebar sampai pada Indonesia.Tidak pernah terbayangkan sampai dengan seperi sekarang keadaanya. Dulu saat virus tersebut mulai melanda dunia dan Indonesia belum terkena, Indonesia menyepelekannya. Dibilang orang Indonesia kebal dan segala macem, namun ternyata semakin hari semakin banyak orang yang dinyatakan positif terkena COVID19 ini.

Hingga sampai sekarang jumlah kasus COVID sbb :

Ringkasan kasus
IndonesiaIndonesia
Dikonfirmasi
23.165
+415
Sembuh
5.877
Meninggal Dunia
1.418
+27
Seluruh duniaSeluruh dunia
Dikonfirmasi
5,54 jt
+100 rb
Sembuh
2,27 jt
Meninggal Dunia
348 rb
+4.342
*)Tanggal 27 Mei 2020 (https://www.google.com/search?client=firefox-b-d&q=data+kasus+corona+di+indonesia) 

Padahal tadinya diprediksi kasus COVID ini akan menurun di Bulan Mei dan akan mulai recovery, namun fakta berkata lain. Masyarakat banyak yang bandel. PSBB (Pembatasan Sosila Berskala Besar) pun tidak berjalan dengan optimal.

Akibat COVID ini yang paling kurasakan:
  1. Bulan Ramadhan seperti tidak terasa, walaupun puasa, kami tidak dapat melaksanakan sholat tarawih berjamah di masjid
  2. Lebaran seperti tidak terasa, tidak diperbolehkan mudik membuat hari-hari berlangsung seperti hari biasa. Sanak saudara yang tinddal jauh tidak bisa pulang, Suamiku sendiri juga tidak bisa puang karena tidak adanya pesawat penerbangan komersial yang beroperasional. Begitu pula dengan adik-adiku yang berdomisili di Balikpapan dan Bogor.
  3. Nasabah banyak yang tidak membayar kewajiban
  4. Realisasi menjadi berkurang drastis
  5. Kebijakan OJK untuk Restruk COVID
  6. Banyaknya Nasabah KPR yang mengajukan restrukturisasi
  7. WFH (Working from home), walau aku sangat sedikit merasakannya
  8. Jam kerja yang berkurang, masuk jam 08.00, pulang jam 16.00
  9. Tidak boleh makan di tempat, harus take away
  10. Gojek gak boleh bawak penumpang, hanya boleh mengantarkan makanan
  11. Masker dan Handsanitizer sudah jadi perlengkapan sehari-hari
  12. Sekolah diliburkan, walau tidak libur beneran karena masih ada tugas yang diberikan secara online, namun harus diakui bahwa sistem pembelajaran seperti ini tidak berjalan dengan optimal.

Semoga wabah ini segera usai dan kondisi kembali seperti sedia kala. Aamiin,,,



Jumat, 28 Februari 2020

EOM Tidak Berasa EOM

Baru kali ini aku merasakan EOM yang tidak seperti EOM, malah terasa seperti hari biasa. Tidak ada kepanikan sama sekali. Terasa santai, bahkan sempet makan siang di Tunjungan Plaza dan pulang sebelum jam 5 sore, Amazing.

Yups, hal ini dikarenakan Laporan Akhir Bulan sudah dikirim kemarin. Jadi semua laporan sudah selesai. Lalu untuk pembayaran tidak akan mungkin masuk lagi kan kalau sudah diatas jam 3 sore. Karena Nasabah Komersial bukan seperti Nasabah konsumer yang dapat menstranfer angsuran per bulannya. Nasabah Komersial memiliki nilai angsuran bulan yang cukup besar sehingga tidak akan mungkin ditrasnfer memlalui mesin ATM.

Biasanya sih, walau sudah beres tapi tetep akan pulang malam, yakni paling cepet jam setengah 8. Karena gak enak sama unit lain yang pada masih sibuk proses EOM. Untuk EOM kali ini aku bisa pulang cepet karena papa masih opname di RS PETROKIMIA GRESIK, sehingga aku harus segera pulang dan berganti shift dengan mama.

Walau begitu, yang namanya HP memang harus on dan dipantau terus. Karen nyatanaya banyak WA urgent, baik dari pertanyaan posisi pencapaian dari Pak BM, lalu ada info mengenai WO, ada telpon konfirmasi dari Kantor Pusat, serta ada pula kendala mengenai eksekusi WO. Yah...paling tidak lumayan lah sudah di rumah, jadi bisa dengan santai mengerjakan hal itu semua.

Kamis, 20 Februari 2020

Pimpinan yang tidak bisa memimpin

Baru kali ini aku merasakan kepimpinan yang amat payah. Tidak ada hal positif yang aku pelajari darinya. Padala selama 8 tahun lebih aku bekerja di perusahaan ini, aku pernah dipimpin oleh berbagai karakter pimpinan. Dimana mereka memiliki kekuranga dan kelebihan masing-masing. Dari situ aku bisa belajar dan mengambil sisi positif merka. Namun, untuk kali ini, aku benar-benar tidak bisa menemukan sisi positif yang dapat kuteladani.  

Apa jadinya kantor ini jika dipimpin oleh orang seperti dia. Dia sendiri merasa bahwa dirinya tidak salah. Selalu menganggap orang lain salah. Menyuruh orang untuk tidak berbuat A tapi dia sendiri berbuat. Parahnya, dia seperti tidak merasa telah melakukan perbuatan A tsb. Merasa telah bekerja susah payah demi kantor ini, namun faktanya dia cuma duduk di meja. 

Memang berkali-kali dia bilang bahwa dia tidak ingin ditempatkan di Surabaya. Dan berkali-kali mnegkode untuk minta pindah.

Ya Allah,,,, tolong kabulkanlah keinginanya untuk pindah dari sini, dan berikanlah kami pemimpin yang bijak dan bisa menjadi suri tauladan, Aamiin...