Agendaku hari ini adalah cuci baju. Baju yang belum dicuci ada banyak, maklum dari minggu kemarin belum dicuci :p Namun, rencana yang mulia ini harus kandas karena ada banyak cucian anak kos lainnya yang lagi direndam dalam ember. Hal ini membuat jemuran akan penuh, maklum tempat menjemur di lantai 2 terbatas namun yang menempati sangat banyak, bahkan melebihi kapasitas. Harusnya yang menjemur di lantai 2 adalah anak lantai 2, namun anak lantai 1 juga ada yang ikutan njemur. Iyah kalau hanya sesekali, tapi ini tiap hari njemur dan lagi kalau njemur semena-mena, suka seenaknya memindah jemuran orang lain.
Awalnya sih kita sebel sama itu Mbak Y (sebut saja demikian). Mbak Y suka njemur malam-malam. Mana kalau jemurannya diangkat malah marah-marah, padahal tujuan kita baik, yaitu agar baju Mbak Y yang sudah kering tidak basah karena hujan. Mbak Y marah dengan alasan kursinya kotor, ntar baju-bajunya jadi kotor lagi. Perlu dijelaskan bahwa tempat semetara menaruh jemuran adalah di kursi plastik dan kursi tersebut tidak kotor. Ok, kita bisa terima dan tidak melakukannya lagi tapi Mbak Y malah mengambil jemuran anak lain terus di taruh di kursi itu dan tebak alasanya kenapa? Jeng..jeng..jeng..alasannya adalah agar tidak basah. Yup, begitulah awalnya, namun lama kelamaan kita sudah hapal tingkah laku Mbak Y dan sekarang bisa memakluminya, malah sekarang ini jika Mbak Y melakukan hal tersebut, kita nyantai-nyantai ajah gak ada perasaan dongkol sama sekali seperti saat pertama kali dulu. Hm..mungkin karena sudah biasa, seperti kata pepatah, 'Bisa karena biasa'. Awalnya kami tidak bisa menerima kelakuan Mbak Y namun dengan berjalannya waktu kita pun terbiasa olehnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar